Pembalap Supercross Ungkap Biang Keladi Penurunan Performa Rossi

Minggu, 31/05/2020 15:35 WIB
Valentino Rossi (Foto: AP Image)

Valentino Rossi (Foto: AP Image)

law-justice.co - Pembalap MotoGP Valentino Rossi saat ini berada di ambang keputusan apakah ingin tetap melanjutkan karier atau memutuskan pensiun. Mantan pembalap Supercross Chad Reed yang juga teman baik Rossi, mengungkapkan siapa orang yang menyebabkan performa The Doctor terus menurun.

Rossi bisa dibilang telah mengakhiri puncak kariernya di MotoGP. Balapan saat ini lebih didominasi oleh pembalap muda seperti Marc Marquez, Maverick Vinales, dan Alex Rins. Kontrak Rossi dengan tim utama Yamaha juga hampir dipastikan tidak akan berlanjut. Jika ingin tetap lanjut, Rossi kemungkinan akan mendapat tim yang kelasnya lebih rendah. 

Chad Reed menyarankan agar Rossi memikirkan kembali keputusan untuk mengakhiri karier. Menurut dia, pembalap 41 tahun itu masih memiliki potensi untuk menjadi juara dunia yang ke-10 kalinya.

"Aku tidak tahu pasti apakah dia akan melanjutkan musim depan. Tapi jika Yamaha membantu dia, siapa tahu (Rossi bisa kembali ke performa terbaik)," kata Reed, dilansir dari lama Speedweek.

Bintang Supercross yang baru saja pensiun itu mengatakan, pembalap MotoGP sangat tergantung dengan teknisi mesin. Semakin berkualitas motor dan para teknisinya, semakin besar peluang untuk menjadi yang terbaik.

"Dalam Supercross pengemudi masih cukup dominan, sehingga Anda dapat membuat perbedaan besar. Yamaha mungkin bukan motor terbaik saat ini, tapi dia duduk di atas mesin yang cukup bagus,” ujar Reed.

Menurut dia, mantan kepala mekanik tim Rossi, Silvano Galbusera, adalah orang yang paling bertanggungjawab atas penuruan performa Teh Doctor.

"Bagi saya, kepala kru yang lama sangat tidak berguna. Mungkin kepala mekanik yang baru bisa membantunya. Saya senang melihat dia membuat perubahan," ucap Reed.

Akhir tahun lalu, Rossi memecat Galbusera dan menggantinya dengan David Munoz. Usai dipecat Rossi, Silvano Galbusera malah menjadi kepala tim pengembangan motor Yamaha di Eropa. 

 

(Januardi Husin\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar