Kritik Keras Survei Komnas HAM, FPI Duga untuk Perburuk Citra Islam

Rabu, 13/05/2020 20:28 WIB
Sekretaris Umum FPI Munarman bersama dengan Habib Rizieq Shihab (suaradewan.com)

Sekretaris Umum FPI Munarman bersama dengan Habib Rizieq Shihab (suaradewan.com)

Jakarta, law-justice.co - Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman mengkritik keras hasil survei yang dilakukan oleh Komnas HAM beberaspa waktu lalu. Dia menilai, hasil survei yang menginginkan orang yang beribadah di masjid selama pandemi covid-19 dihukum sangat menyudutkan umat Islam.

“Komnas HAM kok aneh, perlu diselidiki itu dana survei dari mana diperoleh dan siapa oknum yang berinisiatif melakukan survei itu,” ujar Munarman seperti dikutip dari jpnn, Rabu(13/5/2020).

kritikan keras Munarman memiliki dasar. Menurutnya, penyebaran virus corona tak hanya terjadi di masjid. Beberapa klaster bahkan berasal dari gereja, seperti yang terjadi di kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, dekat dengan markas FPI.

“Faktanya beberapa klaster COVID-19 itu berasal dari komunitas ibadah gereja, dan itu diketahui secara pasti oleh komisioner Komnas HAM,” jelasnya.

Dia pun mengaku aneh dengan survei yang dilakukan hanya terhadap umat Islam. Dia lantas menduga bahwa ada permianan di balik itu semua. Tujuannya adalah untuk memperburuk citra umat ISlam itu sendiri.

“Makanya jadi aneh surveinya malah ke jemaah masjid dan berwacana diberi sanksi lagi. Jadi makin aneh bahwa ini ada agenda pembusukan terhadap Islam. Bahaya ini permainan Komnas HAM,” lanjut Munarman.

Seperti diketahui, sebelumnya, Komnas HAM mengadakan survei daring pada 29 April-4 Mei 2020. Hasilnya, 99 persen responden memahami risiko ibadah berjemaah di tempat ibadah, 95 persen responden mematuhi himbauan MUI dan Kemenag untuk beribadah di rumah.

Kemudian 70,8 persen responden menyampaikan perlu ada sanksi terhadap umat Islam yang tetap beribadah di rumah ibadah selama Ramadan.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar