Ngeri! 2 Orang Indonesia Ini Masuk Daftar 100 Orang Terkaya Dunia

Rabu, 08/04/2020 21:50 WIB
Michel Bambang Hartono (Foto: CNBC Indonesia/Fitriyah Said)

Michel Bambang Hartono (Foto: CNBC Indonesia/Fitriyah Said)

Jakarta, law-justice.co - Orang terkaya di dunia ternyata tidak kebal terhadap dampak pandemi virus corona (Covid-19) yang kian memperketat cengkeramannya di Eropa, Amerika, Asia, yang memicu pasar saham ambles cukup dalam, membuat kekayaan crazy rich global ini melorot.

Pada 18 Maret lalu, Forbes menyelesaikan daftar orang terkaya di dunia untuk tahun 2020. Media acuan untuk melihat kumpulan orang berkocek paling tebal di muka bumi ini menghitung sebanyak 2.095 miliarder, berkurang 58 orang dari tahun lalu dan juga berkurang 226 orang dari periode perhitungan awal Forbes di tahun ini.

Dari kumpulan miliarder tersebut, 51% ternyata kekayaannya tergerus dari tahun lalu. Forbes menghitung, harta para milarder yang bernilai total US$ 8 triliun ini turun sebanyak US$ 700 miliar dari tahun 2019. Kalau di rupiahkan, berarti nilai kekayaan itu berkurang sekitar Rp 11.200 triliun (asumsi kurs Rp 16.000/US$).

Di urutan pertama, Jeff Bezos adalah orang terkaya di dunia untuk ketiga kali berturut-turut. Dia masih tetap tajir meskipun memberikan saham Amazon senilai US$ 36 miliar kepada mantan istrinya MacKenzie Bezos sebagai bagian dari penyelesaian perceraian mereka musim panas lalu.

Harta bersihnya bernilai $ 113 miliar atau Rp 1.808 triliun, didukung oleh kenaikan 15% saham Amazon sejak daftar 2019 dirilis Forbes.

Bill Gates mempertahankan posisinya sebagai orang nomor dua terkaya di dunia, diikuti oleh taipan barang mewah Louis Vuitton SE, LVMH, yakni Bernard Arnault, yang mendorong keluar Warren Buffett untuk pindah ke posisi nomor tiga untuk pertama kalinya.

Kekayaan Bill Gates sebesar US$ 98 miliar atau Rp 1.568 triliun dan Arnault US$ 76 miliar atau Rp 1.216 triliun.

Tapi pertumbuhan kekayaan dolar paling besar yakni Qin Yinglin, peternak babi terkaya di dunia. Dia berada di peringkat nomor 43 dan hartanya bernilai US$ 18,5 miliar - melompat US$ 14,2 miliar sejak daftar tahun 2019. Kenaikan kekayaannya terjadi setelah saham Muyuan Foods yang terdaftar di Bursa Shenzhen hampir naik tiga kali lipat ketika flu babi Afrika mengurangi pasokan babi dan menaikkan harga sahamnya.

Secara keseluruhan, 267 orang yang masuk daftar tahun lalu telah mengundurkan diri dari daftar ini ketika bisnisnya goyah, di antara yang paling terkenal adalah Adam Neumann dari WeWork, sementara ada 21 orang lainnya meninggal.

Namun, Forbes menemukan 178 pendatang baru yang berasal dari 20 negara, termasuk beberapa, seperti pendiri dan CEO Zoom Video Communications Eric Yuan, yang layanannya sedang booming.

AS tetap menjadi negara dengan miliarder terbanyak, dengan 614 orang, diikuti oleh China (termasuk Hong Kong dan Makau), dengan 456 orang.

Oke di mana Indonesia? Siapa yang masuk urutan 100 besar?

Ternyata masih dicatatkan duo kayak-beradik dari Grup Djarum yakni Robert Budi Hartono yang berada di urutan ke 80 dengan kekayaan bersih US$ 13,6 miliar atau Rp 218 triliun dan Michael Bambang Hartono di urutan 86 dengan kekayaan bersih US$ 13 miliar atau Rp 208 triliun.(cnbcindonesia)

 

 

(Gisella Putri\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar