Positif Corona, Pendeta Ini Meninggal Usai ikuti Kegiatan Keagamaan

Jum'at, 27/03/2020 05:48 WIB
Wabah virus corona di Korsel (kastara)

Wabah virus corona di Korsel (kastara)

Jakarta, law-justice.co - Seorang pendeta di sebuah perumahan di Kecamatan Cileungsi meninggal dini hari tadi, Rabu (25/3), dan dinyatakan positif COVID-19 atau virus corona.

Berdasarkan jejak (tracking) riwayat perjalanan almarhum, Pendeta O bersama jemaat dari kompleks di Cileungsi ini sempat mengikuti kegiatan keagamaan yang digelar di kawasan Lembang.

Sementara, pendeta lainnya asal Desa Cihanjuang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat, yang juga mengikuti kegiatan yang sama, sebelumnya berstatus Pasien Dalam Perawatan (PDP), meninggal di Rumah Sakit Hasan Sadikin, Bandung, Selasa (24/3).

Isteri sang pendeta, jemaat yang mengikuti kegiatan suaminya, juga dipastikan positif Corona. Dari kegiatan keagamaan di Lembang lalu, jemaat lain yang juga dipastikan positif Corona adalah seorang dokter yang bekerja di RSUD Lembang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tim dokter RS Polri Selasa malam (24/3), menyatakan satu orang warga yang sempat dirawat dinyatakan positif covid-19.

Menjelang subuh, tepatnya pukul 3.30 WIB, pendeta yang tinggal di salah satu kompleks di Cileungsi ini meninggal dunia. Catatan yang dikeluarkan pengurus paguyuban kompleks memastikan warga yang meninggal di kompleks tersebut positif Covid-19.

Langkah-langkah yang sudah dilakukan pengurus kompleks terkait dengan meninggalnya warga mereka diantaranya:

Pertama, Semua warga cluster L sejak pagi sampai malam ini sudah dilakukan rapid test dan negatif. Kedua, malam ini akan dilakukan segera penyemprotan dengan menggunakan mobil water canon, dan ketiga, 6 orang anggota keluarganya yang sudah dikarantina akan segera dievakuasi ke RS polri malam ini sampai hasil observasi selesai.

Hingga kini, Pemkab Bogor mencatat sebanyak 146 orang dengan pemantauan (ODP), 90 orang di antaranya dinyatakan negatif Covid -19 setelah menjalani pemeriksaan.

Kemudian ada sebanyak 55 pasien dengan pengawasan (PDP), 18 orang di antaranya dinyatakan negatif Covid-19 setelah menjalani pemeriksaan. Dari enam pasien positif Covid-19 lainnya, satu di antaranya enggan masuk dalam data sebaran Covid-19 Pemkab Bogor.

Lima pasien sisanya yaitu pertama perempuan berusia 67 tahun, tinggal di Kecamatan Bojonggede yang meninggal dunia pada Kamis (19/3) dini hari.

Dari enam pasien positif Covid D-19 lainnya, satu di antaranya enggan masuk dalam data sebaran Covid-19 Pemkab Bogor. Lima pasien sisanya yaitu pertama perempuan berusia 67 tahun tinggal di Kecamatan Bojonggede yang meninggal dunia pada Kamis (19/3) dini hari.

Pasien kedua yaitu laki-laki berusia 35 tahun, anak dari pasien pertama yang juga berdomisili di Kecamatan Bojonggede. Pasien ketiga, seorang laki-laki berusia 27 tahun berdomisili di Kecamatan Cibinong, berprofesi sebagai pramugara.

Pasien keempat yaitu seorang laki-laki berusia 36 tahun yang berdomisili di Kecamatan Bojonggede. Dokter yang bertugas di sebuah Rumah Sakit Jakarta ini memiliki riwayat memeriksa pasien kasus positif Covid-19.

Kemudian, pasien kelima seorang laki-laki berusia 30 tahun yang berdomisili di Kecamatan Gunung Putri. Ia merupakan perawat di salah satu rumah sakit di Jakarta yang pernah menangani pasien kasus positif Covid-19. Data ini tentu bertambah dengan meninggalnya warga di salah satu kompleks di Cileungsi, pagi tadi. (kompastv).

(Annisa\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar