Indonesia Butuh 1.500 Dokter & 2.500 Perawat Tuk Perangi Corona

Jum'at, 27/03/2020 05:30 WIB
RS Darurat Corona, Wisma Atlet Jakarta. (tribun).

RS Darurat Corona, Wisma Atlet Jakarta. (tribun).

Jakarta, law-justice.co - Koordinator Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona (COVID-19) Andre Rahadian kembali mengajak semua pihak menjadi relawan COVID-19.

"Kami dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid ini, sekali lagi memanggil, mengajak para relawan untuk menjadi bagian dari pejuang kemanusiaan," ujarnya dalam Konferensi Pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (26/3/2020).

Andre mengatakan, penerimaan relawan bisa langsung melalui alamat website BNPB.

"Pada hari ini sudah membuat microsite di website BNPB untuk bisa menerima pendaftaran para relawan sekalian," kata Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI) ini.

Saat ini, kata Andre, Indonesia membutuhkan sekitar 1.500 dokter, terutama dokter spesialis paru, dokter spesialis anestesi dan juga dokter umum, pranata Lab, sekitar 2.500 perawat, dan juga bagian administrasi rumah sakit, sampai ke sopir ambulans. "Ini semua kita terima dan kita panggil sebagai relawan untuk persiapan kita menghadapi pandemik ini," ujarnya.

Gugus Tugas, tambah Andre, bekerja sama dengan banyak asosiasi LSM, perguruan tinggi, bersama-sama mengajak semua elemen untuk bergabung menjadi relawan. "Para dokter dan perawat serta administrasi rumah sakit, farmasi akan berada di gugus depan menangani pasien menangani rumah sakit," tambahnya.

"Sedangkan teman-teman mahasiswa, mahasiswa tingkat akhir akan menjadi lapis kedua sebagai bagian dari pencegahan. Teman-teman mahasiswa akan membantu konsultasi psikologis maupun medis yang akan dilakukan melalui platform online," jelas Andre.

Pekan ini semua akan diluncurkan, "Hari ini sudah diluncurkan di website. Dan mungkin besok akan masif dilakukan pendaftaran dengan banyak pihak yang juga sudah dan mengajak relawan masing-masing. Mudah-mudahan bisa diintegrasikan dengan kita," kata Andre. (sindonews.com).

(Annisa\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar