Rudal Misterius Hantam Helikopter Militer Suriah, Semua Kru Tewas

Sabtu, 15/02/2020 13:07 WIB
Gerilyawan Suriah (Foto: BBC)

Gerilyawan Suriah (Foto: BBC)

Jakarta, law-justice.co - Kejadian nahas kembali menimpa pasukan militer Suriah. Setelah sempat memanas dengan Turki, kini sebuah rudal misterius menghantam helikopter militer Suriah dan jatuh di barat laut Suriah. Semua kru dinyatakan tewas.

Lokasi tersebut merupakan tempat pemerintah melakukan serangan intensif untuk merebut kembali daerah yang dikuasai pemberontak negara.Akibat ketegangan yang terjadi di wilayah tersebut, terjadilah gelombang besar pemindahan/pengungsian.

Media dari pemerintah Suriah menuturkan, helikopter tersebut ditabrak oleh rudal pukul 1.40 GMT pada Jumat (14/2/2020). Sementara Al Jazeera menginformasikan bahwa peristiwa itu terjadi tepatnya di dekat Kota Urum al-Kubra, pedesaan barat Aleppo.

"Helikopter jatuh menewaskan semua kru," terang kantor berita SANA.

Namun, tidak ada informasi tentang siapa yang berada di balik insiden tersebut. Kantor berita Turki melaporkan, pemberontak telah menyerang helikopter itu saat sedang terbang di Provinsi Aleppo barat.

Insiden tersebut terjadi beberapa hari setelah pemberontak mengatakan, mereka telah menjatuhkan helikopter pemerintah pada Selasa di dekat Kota Nairab.

Untuk diketahui, sejak Desember 2019, pasukan pemerintah Suriah yang didukung Rusia telah mendesak maju dengan serangkaian serangan.

Serangan ganas itu menyasar benteng pemberontak terakhir di barat laut negara itu. Akibatnya, terjadi gelombang perpindahan atau pengungsi terbesar dalam perang saudara sembilan tahun tersebut.

Lebih dari 800 ribu orang dikabarkan melarikan diri ke perbatasan Turki. Saat ini, Turki telah menampung lebih dari 3,6 juta pengungsi Suriah. Pihak Turki menegaskan sudah tidak bisa menampung pengungsi lagi.

Koresponden Al Jazeera, Hashem Ahelbarra melaporkan dari Clivegozu di sisi perbatasan Turki. Ia mengatakan lembaga-lembaga bantuan tengah berjuang mengatasi jutaan orang yang terlantar akibat pertempuran.

"Ini adalah situasi yang sangat sulit, dan para aktivis sudah menyebut sebagai situasi kemanusiaan yang tragis," katanya.

Lima Tentara Turki Terbunuh

Diberitakan sebelumnya, pertempuran sengit yang terjadi di Idlib telah menewaskan lima tentara Turki.

Dalam minggu ini, penembakan yang dilakukan oleh pemerintah Suriah adalah insiden paling serius sejak Ankara mendukung kelompok-kelompok pemberontak tertentu di Idlid, Suriah utara.

Diketahui, dalam beberapa minggu terakhir, militer Turki mengeragkan konvoi kendaraan yang besar. Konvoi tersebut membawa pasukan komando, tank, dan howitzer untuk menjaga pos militernya di Idlib.

The Syrian Observatory for Human Rights (SOHR) mengatakan, Turki telah mengerahkan 6.500 tentara untuk memperkuat pos. Serta 1.900 kendaraan militer sejak awal Februari. (Tribunnews)

 

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar