Ucapan Jaksa Agung soal Tragedi Semanggi Bikin Mahfud MD Kaget

Sabtu, 18/01/2020 05:50 WIB
Mantan Ketua MK, Mahfud MD. (eramuslim)

Mantan Ketua MK, Mahfud MD. (eramuslim)

law-justice.co - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) mengaku kaget dengan ucapan Jaksa Agung ST Burhanuddin yang menyebut kasus Semanggi I dan II bukan pelanggaran HAM berat.

Dia enggan berkomentar banyak terkait hal itu dan justru akan mengklarifikasi kepada ST Burhanuddin setelah mengungkapkan hal tersebut.

"Nanti saya tanya dahulu. Kan, memang ada kriteria, ya, pelanggaran HAM berat," kata Mahfud ditemui awak media di Jakarta Pusat, Jumat (17/1) seperti melansir jpnn.com.

Mahfud menjelaskan, setidaknya dua prasyarat yang membuat suatu peristiwa dikategorikan sebagai pelanggaran HAM berat. Pertama jika terjadi kejahatan kemanusiaan atau genosida.

"Pelanggaran HAM berat itu memang ada dua, toh, ada kejahatan kemanusiaan, ada genosida itu yang standar. Dalam konteks ukuran itulah nanti saya akan melihat," timpal dia.

Terkait kemungkinan membentuk pengadilan ad hoc mengungkap pelanggaran HAM masa lalu, Mahfud belum bisa memastikan. Soal pengadilan ad hoc perlu didiskusikan lebih lanjut dengan Jaksa Agung dan Komnas HAM.

"Belum tahu saya, nantilah saya mau diskusi dahulu dengan Pak Jaksa Agung dan Komnas HAM. Ini kan sejak dahulu selalu beda kejaksaan dan Komnas HAM," timpal dia.

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar