Geger Temuan Kerangka Manusia di Bandung, Polisi Temukan Petunjuk

Kamis, 16/01/2020 12:59 WIB
Geger Temuan Rangka Manusia di Bandung, Polisi Temukan Petunjuk. (Detik)

Geger Temuan Rangka Manusia di Bandung, Polisi Temukan Petunjuk. (Detik)

Jakarta, law-justice.co - Penyidik Polresta Bandung terus menyelidiki kasus penemuan kerangka manusia di sebuah rumah kosong, di perumahan Sukamenak Indah, Kabupaten Bandung yang menggegerkan warga.

Kasatreskrim Polresta Bandung AKP Agtha mengatakan bahwa penyelidikan mengenai kerangka tersebut masih terus dilakukan.

“Kami terus mendalami soal penemuan kerangka tersebut,” jelasnya saat dikonfirmasi, Kamis (16/1/2020) seperti melansir pojoksatu.id.

Agatah menambahkan, jika dilihat dari kondisi kerangka di lokasi, diduga korban sudah meninggal cukup lama.

“Kalau dari keterangan pemilik rumah bahwa rumah tersebut kosong, dan tidak dihuni oleh siapapun, bisa jadi diduga tunawisma,” paparnya.

Rumah tersebut, menurut Kasatreskrim tidak dikunci bagian sampingnya.

“Kalau dilihat dari kondisi rumah, itu yang dikunci bagian depan. Bagian samping tidak terkunci, mungkin tunawisma hendak berteduh. Tapi semuanya masih kita dalami,” jelasnya.

Saat ini kerangka tersebut masih diteliti di Rumah Sakit Sartika Asih.

Disisi lain, menurut keterangan warga terkait kasus tersebut, tak ada yang melihat kecurigaan di sekitar rumah.

"Saya sudah tanya ke tetangganya, itu tidak pernah ada hal yang mencurigakan," ucap Kapolsek Margahayu Kompol Agus Wahidin saat dihubungi wartawan, Kamis (16/1/2020) seperti melansir detik.

Kerangka manusia tersebut ditemukan di sebuah rumah di Komplek Sukamenak Indah, Blok I 61 RT 06 RW 04 Desa Sayati, Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung pada Selasa (14/1) malam. Saat ditemukan, posisi kerangka sedang duduk di atas sofa tertutup jas hujan.

Soal bau yang biasanya menyengat saat ada orang meninggal juga dikatakan Asep, warga sekitar tak mencium bau aneh. Termasuk kondisi rumah yang dikerubuni lalat.

"Tidak mencium bau apa-apa karena di situ banyak selokan kurang bersih, ya karena mungkin lebih bau selokan. Kemudian saya tanya, kalau ada bangkai banyak lalat, enggak pernah katanya," ujar Agus.

Agus juga sudah meminta keterangan kepada warga sekitar terkait orang yang mencurigakan di sekitar lokasi. Namun, sambung Agus, warga tak pernah melihat orang mencurigakan atau yang memiliki gangguan mental di kawasan itu.

"Saya tanya apakah pernah melihat ada orang keterbelakangan kesitu, mondar mandir, enggak pernah katanya. Tetangga sebelah juga jarang keluar, tetangga depan rumahnya juga katanya hampir bersamaan beli rumahnya, kalau yang depannya langsung diisi," kata Agus.

Sementara itu Ketua RW 04 Dadang Sudrajat juga mengamini soal tidak terciumnya bau oleh tetangga sekitar. "Kalau menurut warga tidak bau," kata Ketua RW 04 Dadang Sudrajat kepada detikcom, Kamis (16/1/2020).

Dadang menyebut, selain itu tidak jauh dari rumah tersebut terdapat saluran air yang mengeluarkan bau tidak sedap.

"Tidak bau, mungkin kesalip sama baunya solokan besar (tidak jauh dari TKP)," sebutnya.

Selain itu, menurut Dadang jalan tersebut merupakan jalan yang kerap dilitasi, bisa saja ketika mengeluarkan bau terbawa angin.

"Bisa saja terbawa angin, jadi baunya terbawa," ujarnya.

(Ade Irmansyah\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar