Benarkah Sunat Tekan Resiko Kanker Prostat?

Jum'at, 13/12/2019 00:00 WIB
Ilustrasi sunat pada anak (Foto:GettyImages via Indpendent.co.uk)

Ilustrasi sunat pada anak (Foto:GettyImages via Indpendent.co.uk)

Jakarta, law-justice.co - Sunat atau khitan diyakini dapat mengurangi resiko pria terkena penyakit kanker prostat dan kanker penis.

Pria di belahan dunia Barat kini mulai melirik manfaat sunat. Dilansir dari Dailymail.co.uk, ahli kesehatan pria dari Turek Clinic California, Paul Turek, bilang sunat mampu menurunkan risiko pria tertular penyakit menular seksual.

Selain itu, sunat juga menurunkan risiko terkena kanker penis serta menambah kesuburan.

Pakar onkologi medis dari Parkway Cancer Centre, Singapura Richard Quek menyebutkan sunat dapat membersihkan kotoran yang terdapat pada kulit penutup depan penis.

“Karena ada kotoran pada lipatan kulit penis tersebut, penis tidak bersih,” kata Richard Quek seperti dikutip dari Tribunnews.com

Jika tidak dibersihkan kotoran tersebut akan mengendap yang dapat menyebabkan infeksi dan bisa saja meningkatkan resiko kanker.

“Kalau kulit masih ada kotoran tersumbat itu bisa jadi infeksi,” ungkap Richard.

Kemudian, Ahli Urologi Parkway Hospitals, Dr Poh Beow Kiong memyebutkan sunat sebaiknya dilakukn sedini mungkin misalnya pada usia 5 tahun.

Dibawah lima tahun lebih baik lagi sebagai tindakan protektif diri.
“Kalau yakin sunat bisa cegah kanker bisa sedini mungkin bisa saat 5 tahun kalau dibawah lima tahun bagus untuk protektif kalau sunat pada usia yang dewasa perlindungannya akan kurang,” pungkas dr Poh.

Peneliti masih bekerja mencari tahu bagaimana sunat mampu mengurangi penyebaran infeksi pada saluran kencing.

(Tim Liputan News\Yudi Rachman)

Share:



Berita Terkait

Komentar