Kebanyakan Mikir Bikin Umur Pendek?

Minggu, 10/11/2019 19:25 WIB
Ilustrasi (Depositphoto)

Ilustrasi (Depositphoto)

[INTRO]

Sebuah studi baru yang dilakukan oleh Harvard Medical School mengungkapkan, terlalu banyak berpikir dapat menurunkan harapan hidup manusia.

Penelitian ini juga menemukan bahwa orang yang hidup setidaknya hingga 100 tahun, memiliki jumlah protein yang lebih tinggi yang disebut REST di otak mereka.

Cara kerja protein REST pada dasarnya adalah memberitahu otak untuk tenang dengan "mematikan" gen yang menyebabkan aktivitas otak.

Para peneliti telah menganalisis otak orang yang meninggal pada usia 60-an dan 70-an, dan membandingkannya dengan otak orang-orang yang meninggal pada usia 100 atau lebih. Mereka yang meninggal sebelum pertengahan umur 80-an memiliki kadar protein REST yang lebih rendah di jaringan otak mereka.

Namun, penting juga untuk dicatat bahwa aktivitas manusia juga bisa ikut memengaruhi. Ini dapat mencakup hal-hal seperti perubahan suasana hati dan berolah raga.

Para peneliti juga berharap temuan ini suatu hari nanti dapat membantu mengobati kondisi yang disebabkan oleh terlalu banyak aktivitas otak, seperti Alzheimer atau gangguan bipolar. (Now This News)

 

(Tim Liputan News\Reko Alum)
Share:


Berita Terkait

Komentar