Daripada Demo, Menristekdikti Ajak Mahasiswa Dari 27 Kampus Nobar

Kamis, 17/10/2019 15:15 WIB
Mohammad Nasir Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) (sayangi.com)

Mohammad Nasir Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) (sayangi.com)

law-justice.co - Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir, mengajak mahasiswa dari 27 kampus di wilayah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2Dikti) Wilayah III untuk nonton bersama (nobar) film Bebas besutan sutradara Riri Riza.

Nasir menuturkan, daripada mahasiswa ikut–ikutan demonstrasi lebih baik ikut nobar agar pikiran rileks. Ketika ditanya apakah agenda nobar ini menjadi strategi untuk mengalihkan perhatian mahasiswa dari aksi demonstrasi pada 20 Oktober mendatang, Nasir menuturkan bisa diterjemahkan seperti itu.

"Nonton Bebas, tidak usah demo. Rugi kalau tidak menonton film Bebas,” kata Nasir usai menyaksikan film Bebas bersama sutradara Riri Riza dan produser Mira Lesmana di Plaza Senayan, Jakarta, Rabu (16/10/2019) malam.

Nasir juga menuturkan, pelajaran penting dari film Bebas adalah betapa pentingnya arti bebas, yakni bukan bebas dari segalanya. Bebas tetapi harus melihat kebebasan orang juga.

"Namanya demokrasi. Jadi kebebasan orang harus kita hargai. Jangan sampai kebebasan itu merugikan orang lain. Artinya mengerti kebebasan orang juga,” ujarnya seperti dikutip dari suara pembaruan

Dalam menyampaikan pendapat, Nasir menuturkan, mahasiswa jangan mengganggu kekebasan orang lain. Apabila tidak menghargai orang lain maka akan terjadi bentrokan.

"Makanya kalau demo itu harus lihat dulu, jangan merugikan orang lain. Kalau demo mengganggu orang lain tidak boleh itu,” ucap Nasir.

Kendati demikian, Nasir menyakini, mahasiswa tidak akan melakukan aksi demonstrasi karena mereka takut ditunggangi oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, sehingga aspirasi mahasiswa yang sebenarnya tidak tersampaikan dengan baik.

Selanjutnya, Nasir menuturkan, setelah menyaksikan film Bebas dia kembali mengenang masa lalu, saat SMA yang telah dilalui selaam 40 tahun silam.

"Ternyata, filmnya mengingatkan saya pada masa lalu SMA dulu. Hidup di masa SMA ternyata berbeda–beda, sampai kuliah juga masih berteman, artinya film itu menginspirasi pentingnya suatu persahabatan. Jadi kembali kepada kita melihat kebangsaan kebersamaan kita. Kita boleh beda, tetapi kita harus bersama,” ujarnya.

Pada kesempatan sama, Nasir juga menuturkan, agenda nobar yang diadakan Kemristedikti ini untuk mengajak anak muda mencintai film Indonesia. Menurutnya, film yang disutradarai anak bangsa patut diperhitungkan.

(Gumilang Hidayat\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar