Mantan Presiden Meninggal di Penjara, IM Salahkan Rezim Mesir

Selasa, 18/06/2019 10:47 WIB
 Mantan presiden Mesir, Mohammed Mursi dipenjara (Foto: Khaama Press)

Mantan presiden Mesir, Mohammed Mursi dipenjara (Foto: Khaama Press)

Mesir, law-justice.co - Ikhwanul Muslimin (IM) meminta rezim Mesir bertanggung jawab atas "kematian perlahan yang disengaja" Mohammed Mursi. Mantan presiden Mesir itu meninggal setelah jatuh sakit di Pengadilan Kairo pada Senin (17/6).

"(Otoritas Mesir) memasukkannya ke sel isolasi... mereka menahan obat-obatan dan memberinya makanan yang menjijikkan... mereka tidak memberinya hak asasi yang paling mendasar," kata Partai Kebebasan dan Keadilan bentukan Ikhwanul Muslimin dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di situsnya, seperti dikutip AFP.

Ikhwanul Muslimin juga meminta warga Mesir untuk berkumpul selama pemakaman. Mereka juga menyerukan agar orang-orang berkumpul di luar kedutaan besar Mesir di seluruh dunia.

Mursi adalah tokoh penting dalam Ikhwanul Muslimin, organisasi yang kini dilarang. Setelah puluhan tahun penindasan di bawah otokrat Mesir, Ikhwanul Muslimin memenangkan pemilihan parlemen usai pemberontakan rakyat menggulingkan Husni Mubarak dan pemerintahannya yang didukung militer.

Mursi memegang perkembangan penting dalam kepresidenan Mesir. Dia adalah kepala negara Mesir pertama yang dipilih secara demokratis di negara itu.

Pada 30 Juni 2012, Morsi yang berasal dari organisasi Ikhwanul Muslimin, memenangkan 51,7 persen suara untuk menjadi presiden sipil pertama Mesir. Dia menggantikan Husni Mubarak yang dipaksa mundur oleh pemberontakan rakyat pada 2011.

Mursi juga merupakan presiden Mesir pertama yang terpilih secara demokratis dan Islamis pertama yang memegang jabatan itu sejak jatuhnya monarki pada 1952. Semua pendahulunya berasal dari kalangan militer.

Mursi digulingkan dari jabatan presiden oleh tentara setelah satu tahun berkuasa, menyusul protes massa terhadap pemerintahannya. Sebagaimana yang dilansir dari CNN, pada 2013, dia dipenjara sejak tak menjabat presiden Mesir.

Mursi menjalani hukuman 20 tahun penjara terkait hukuman karena pembunuhan demonstran selama aksi protes pada 2012, dan hukuman seumur hidup karena spionase dalam kasus yang berkaitan dengan negara Teluk Qatar. Mursi telah membantah tuduhan itu. telah membantah tuduhan itu.

(Annisa\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar