Isu Penyadapan Istana, Presiden hingga Ketum Partai Jadi Target

Selasa, 03/11/2026 19:40 WIB
Ilustrasi Polri terlibat kasus narkoba (waspada)

Ilustrasi Polri terlibat kasus narkoba (waspada)

law-justice.co - Belum terjawab kabar dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto, informasi baru kembali beredar. Kali ini, sasaran penyadapan disebut bukan hanya orang nomor satu di Indonesia itu, tetapi juga sejumlah ketua umum partai politik.

Kabar tersebut berkembang di tengah isu pengamanan sejumlah perwira tinggi Polri yang mencuat sejak Senin (2/11/2026). Namun, hingga Selasa (3/11/2026), belum ada konfirmasi resmi yang memastikan dugaan penyadapan itu benar-benar terjadi.

Informasi terbaru yang beredar menyebut aktivitas penyadapan diduga menyasar komunikasi Presiden dan sejumlah elite partai politik. Belum diketahui siapa saja ketua umum partai yang dimaksud, kapan dugaan penyadapan berlangsung, maupun pihak yang disebut bertanggung jawab.

Klaim tersebut juga belum disertai bukti yang dapat diverifikasi secara independen.

Dugaan penyadapan sebelumnya mencuat bersamaan dengan kabar sejumlah jenderal polisi diamankan untuk menjalani pemeriksaan internal. Sejumlah perwira disebut dibawa ke Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Bahkan, seorang jenderal bintang empat dikabarkan ikut menjalani pemeriksaan. Namun, Mabes Polri belum memastikan kebenaran informasi tersebut ataupun kaitannya dengan isu penyadapan.

Mabes Polri Belum Pastikan Kebenaran Penyadapan

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir belum memberikan penjelasan mengenai kabar pengamanan sejumlah perwira tinggi yang dikaitkan dengan dugaan penyadapan.

Saat dimintai tanggapan wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (3/11/2026), Isir mengatakan pihaknya masih melakukan pengecekan.

"Nanti kami cek," ujar Isir.

Ketika kembali didesak mengenai kabar yang beredar, Isir belum memberikan jawaban terperinci.

"Saya paham rekan-rekan lagi (kasak-kusuk membicarakan sesuatu)," katanya.

Ia menyebut penjelasan lebih lanjut akan disampaikan pada waktunya.

"Nanti ada saatnya, ya. Mungkin ndak lama lagi, ya. Oke, makasih ya," ujarnya.

Pernyataan tersebut belum memastikan apakah benar terdapat penyadapan terhadap Presiden, apalagi sejumlah ketua umum partai politik.

Belum diketahui pula apakah Istana Kepresidenan telah menerima laporan mengenai dugaan penyadapan tersebut atau apakah terdapat penyelidikan resmi yang sedang berlangsung.

Informasi mengenai sasaran penyadapan juga belum memperoleh tanggapan dari pimpinan partai politik yang disebut-sebut dalamkabar tersebut.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar