Candaan Donald Trump soal Nama `Mohammad` Dikecam Muhammadiyah

Senin, 19/10/2026 11:23 WIB
Jurus Licik Trump agar Seluruh Dunia Tunduk ke Amerika. (cna.id).

Jurus Licik Trump agar Seluruh Dunia Tunduk ke Amerika. (cna.id).

law-justice.co - Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas dengan tegas mengecam soal lelucon Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyinggung popularitas nama `Mohammad` saat mengejek Kepresidenan Iran.

Anwar menilai pernyataan tersebut merendahkan Islam dan menyakiti perasaan umat Muslim.

"Jadi bagi Donald Trump, Islam dan Mohammad sama-sama menjadi bahan ejekan. Hal ini tentu jelas tidak bisa diterima oleh umat Islam karena hal demikian jelas-jelas merupakan sesuatu yang menyakitkan," ujar Anwar kepada wartawan, Senin (19/10).

Menurut Anwar, candaan Trump tersebut tidak sekadar lelucon, tetapi juga mengandung unsur penghinaan. Ia menduga pernyataan itu ditujukan untuk meraih dukungan dari masyarakat dan para mitra politik Trump yang mayoritas beragama Kristen, Katolik, dan Yahudi.

"Tujuannya tentu adalah untuk mendapatkan simpati dari rakyat dan mitranya yang kebanyakan beragama Kristen, Katolik, dan Yahudi. Kita tahu Donald Trump sering sekali menjadikan Islam sebagai musuh bersama," sambungnya.

Anwar juga menduga Trump menggunakan lelucon tersebut untuk menggalang dukungan massa sekaligus membangun persepsi bahwa Islam merupakan ancaman bagi masyarakat Amerika Serikat.

Dia menilai sikap negatif Trump terhadap Islam telah mengakar kuat.

"Jadi bagi Donald Trump, kebenciannya terhadap Islam, Nabi Muhammad, dan umatnya sudah merupakan sesuatu yang mendarah daging dalam dirinya sehingga sudah sangat sulit untuk dihilangkan," imbuh Anwar.

Dia bahkan menilai sikap Trump tersebut sulit berubah. "Mungkin bagi Donald Trump, hanya kematian sebagai satu-satunya hal yang akan bisa menghentikan sikap dan tindakan tidak terpujinya tersebut," sindirnya.

Sebelumnya, Trump melontarkan lelucon mengenai popularitas nama `Mohammad` ketika mengejek Kepresidenan Iran. Pernyataan itu disampaikan saat berpidato di hadapan para pendukungnya dalam kampanye pemilu sela.

"Kalian tahu, jika ragu tentang nama seseorang dari Timur Tengah, panggil saja `Mohammad,`" kata Trump, dilansir Reuters, Sabtu (17/10).

Trump kemudian mengklaim tebakannya mengenai nama tersebut hampir selalu benar.

"Peluangnya benar sekitar 65 persen. `Halo, Mohammad.` Saya sudah melakukannya bertahun-tahun. Tidak pernah salah," imbuhnya.

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar