FIFA Buka Suara soal Skandal Pendapatan Ilegal Gianni Infantino
Foto: Erick Thohir menyambut Gianni Infantino yang akan menghadiri laga final FIFA ASEAN Cup 2026. (Dok.PSSI)
law-justice.co - Juru bicara FIFA memberi respons tentang skandal pendapatan ilegal Presiden FIFA, Gianni Infantino, yang tengah disorot media massa.
Perwakilan FIFA membantah tuduhan terhadap Infantino. Badan sepak bola dunia menegaskan tetap berpegang pada statuta terhadap segala tindakan atas nama organisasi.
"FIFA sepenuhnya mematuhi semua ketentuan pelaporan dan dengan tegas menolak segala anggapan adanya pelanggaran terhadap statuta FIFA," kata juru bicara FIFA, dikutip dari ESPN.
Sebelumnya, Gianni Infantino diduga menerima kucuran dana mencapai jutaan euro secara ilegal. Skandal ini mencuat setelah media Inggris, The Times, merilis laporan investigasinya.
Dana tersebut ditengarai diterima oleh Infantino lewat dua sumber berbeda. Satu resmi, satu lainnya ilegal.
Sumber dana resmi tercatat dalam pembukuan FIFA yang berkantor di Swiss. Sedangkan aliran uang mencurigakan ditransfer dari entitas penyelenggara Piala Dunia 2026.
Disebutkan, pada 2024, dalam laporan tahunan FIFA, Infantino memperoleh 4,274 juta franc Swiss atau setara Rp91 miliar. Namun, jumlahnya tidak sama dengan laporan pajak.
Sedangkan Dinas Pendapatan Internal Amerika Serikat mencatat `FWC2026 US Inc` memberi dana tambahan sebesar 1,6 juta euro atau setara Rp32 miliar kepada Infantino. Dana ini tidak tercatat di pembukuan FIFA.
Dari jumlah tambahan tersebut, 500 ribu euro diklasifikasi sebagai `kompensasi lain yang wajib dilaporkan` dan digunakan untuk biaya sewa rumah mewah di Sunset Island, Miami Beach.
The Times menyebutkan Infantino mendapat transfer dalam jumlah serupa pada tahun 2025 dan 2026. Bahkan, dari sumber rahasia lainnya, disebut dana yang ditransfer ke Infantino jauh lebih besar.

Komentar