Yusril Akui Tak Layak Komentari Ijazah Gibran: Wapres Atasan Kami

Jum'at, 09/10/2026 18:39 WIB
Yusril Ihza Mahendra Menko Kumham Imipas dalam acara pengarahan terhadap pegawai mutasi ke Kemenko Kumham Imipas di Jakarta, Senin (10/2/2025). Foto: Kemenko Kumham Imipas RI

Yusril Ihza Mahendra Menko Kumham Imipas dalam acara pengarahan terhadap pegawai mutasi ke Kemenko Kumham Imipas di Jakarta, Senin (10/2/2025). Foto: Kemenko Kumham Imipas RI

law-justice.co - Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra enggan mengomentari hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK) atas tidak ditemukannya ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurutnya, Gibran sebagai Wakil Presiden adalah atasan menteri sehingga ia tidak merasa layak untuk berkomentar.

"Saya sendiri walaupun selama ini belajar hukum tata negara, tetapi saya merasa tidak pada posisi berkomentar pada persoalan ini," kata Yusril di hadapan wartawan di Gedung Trinity, Jakarta, pada Jumat (9/10).

Lebih lanjut, menurut Yusril, Wapres Gibran adalah atasan kerja sehingga ia merasa tidak layak mengomentari putusan MK soal Ijazah Gibran.

"Saya ini anggota kabinet ya, beliau ini juga anggota kabinet. Bagaimanapun pak presiden dan pak wakil presiden itu atasan kami," ucapnya.

Selain enggan berkomentar, Yusril juga menyerahkan persoalan ini kepada Mahkamah Konstitusi (MK) atau lembaga lain yang dianggap berwenang memproses putusan tersebut.

"Jadi kami menyerahkan semua putusan ini Mahkamah Konstitusi atau putusan juga dari Pengadilan Tata Usaha Negara yang sedang berproses sekarang," katanya.

Pada persoalan pemakzulan terhadap Wapres Gibran, Yusril juga enggan berkomentar. Menurutnya bukan wewenang ia sebagai menteri untuk mengomentari hal-hal tersebut.

"Para anggota DPR yang mau mengambil langkah pemakzulan, itu kami tidak bisa berkomentar apa-apa, ya. Jadi kami patuh arahan presiden apa yang kami harus lakukan," jelasnya.

Sementara itu Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sudah buka suara soal putusan MK terkait keabsahan syarat pencalonannya sebagai calon wakil presiden di Pilpres 2024.

Gibran mengaku menghormati seluruh tahapan dan proses yang ada di MK. Ia mengatakan saat ini akan terus fokus bekerja.

"Kita hormati seluruh tahapan-tahapan dan proses-proses yang ada di MK. Yang paling penting sekarang, saya akan terus fokus bekerja untuk masyarakat dan mensukseskan visi-misi dan program dari Bapak Presiden selaku pimpinan kami," kata Gibran kepada wartawan, Rabu (7/10).

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar