Penggerebekan Kampung Ambon-Kampung Boncos, 24 Orang Diringkus
Ilustrasi : Ratusan petugas gabungan dari Mabes Polri, Polda Metro Jaya, Polres Jakarta Barat, dan Polsek Cengkareng, menggelar razia narkoba besar-besaran di kawasan kampung Ambon, komplek perumahan Permata, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakbar, Kamis (8/12/2011). Petugas juga mendapati berbagai jenis narkoba senilai lebih dari Rp 11 miliar, 5 pucuk senjata api, belasan senjata api, dan uang tunai Rp 218 juta, dari 33 rumah yang ada di komplek perumahan Permata yang lebih dikenal dengan Kampu
Total 24 orang yang diamankan terdiri dari delapan orang dari Kampung Boncos dan 16 dari Kampung Ambon.
"Nah, ini dari dua lokasi tersebut berhasil diamankan ya, sementara dalam penyelidikan, itu dari Kampung Boncos ada delapan orang, kemudian dari Kampung Ambon ada 16 orang," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Bismo Teguh Prakoso, di Kampung Ambon, Daan Mogot, Jakarta Barat, pada Jumat (9/10).
Bismo menyebut puluhan yang ditangkap tersebut akan dilakukan tes urine untuk penyelidikan lebih lanjut.
"Nah itu tentu akan kita lakukan penyelidikan juga kita akan lakukan cek urine," ucap Bimo.
Tidak hanya itu, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya sabu, ganja, timbangan, bong (alat hisap), dan sejumlah senjata tajam seperti keris dan tombak.
"Nah, barang temuan di lokasi di antaranya ada sabu, ya, kemudian ada ganja, ada sajam, itu panah, tombak, busur, ya, kemudian etomidate, ada timbangan, ya," kata Bismo.
Penggerebekan tersebut berlangsung dramatis dan menegangkan. Bismo mengatakan para terduga pelaku kocar-kacir berusaha melarikan diri saat petugas datang.
"Kita temukan orang-orang yang berusaha lari, ya. Ada yang ke sungai tadi, kemudian kita lakukan pengamanan, ya. Kita borgol," ungkap Bismo.
Penggeledahan di Kampung Ambon dan Kampung Boncos dipimpin Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Kristian Parluhutan Siagian.
Kristian mengatakan operasi tersebut merupakan perintah dari Presiden Prabowo Subianto kepada Kapolri yang baru dilantik Jenderal Suyudi, agar menumpas peredaran narkoba di Indonesia.
"Saat ini operasi kami lakukan di seluruh Indonesia, serentak. Arahan presiden kepada Kapolri sudah jelas kami maknai dan kami tidak tidur," jelas Kristian.

Komentar