Presiden Iran Kembali Ajukan Tawaran Damai ke AS, Ini Sebabnya

Selasa, 01/09/2026 19:01 WIB
Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. (Istimewa).

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian. (Istimewa).

law-justice.co - Presiden Iran Masoud Pezeshkian kembali mengajukan tawaran damai ke Amerika Serikat jelang pertemuannya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pezeshkian menekankan kembali soal nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani AS-Iran pada Juni lalu untuk mengakhiri perang.

"Saya menyatakan dengan jelas bahwa jika Amerika Serikat kembali ke komitmen mereka berdasarkan nota kesepahaman, Republik Islam Iran akan melakukan tindakan serupa sesegera mungkin," kata dia dalam rilis resmi, yang dipublikasikan di situs kepresidenan Iran, dikutip AFP, Selasa (2/9).

Nada serupa juga digemakan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. Dia mendesak AS untuk kembali perjanjian yang sudah ditandatangani Presiden Donald Trump.

"Dalam kasus ini, semuanya bisa dikembalikan ke jalur yang benar," jelas Araghchi.

Pernyataan Pezeshkian muncul saat Iran dan AS kembali saling tempur di Selat Hormuz. Sejak enam bulan terkahir, rute pelayaran ini mengkhawatirkan karena jadi titik konflik kedua negara.

AS dan sekutu dekatnya Israel menggempur habis-habisan Iran pada akhir Februari. Sebagai dampak serangan itu, Teheran menutup Selat Hormuz. Sejak saat itu, pertempuran terus berkecamuk.

Pernyataan Pezeshkian juga muncul jelang pertemuan bilateral antara dia dan Putin dalam waktu dekat. Mereka bakal bertemu di sela-sela konferensi tingkat tinggi (KTT) Shanghai Cooperation Organisation (SCO) ke-26 yang digelar pada 31 Agustus-1 September.

Secara historis, SCO fokus ke isu-isu ekonomi, tetapi mendapat momentum dalam beberapa tahun terakhir di bawah kepemimpinan Moskow dan Beijing.

Organisasi tersebut punya 10 anggota tetap, 15 mitra dialog termasuk Turki, Arab Saudi, dan Qatar, serta dua negara observer Afghanistan dan Mongolia.

(Yudi Rachman\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar