Respon Bahlil soal Prabowo Mau Buat Bensin dari Batu Bara

Selasa, 22/09/2026 23:33 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (BPMI)

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia (BPMI)

law-justice.co - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjelaskan alasan di balik langkah Presiden Prabowo Subianto yang mendorong pembuatan bahan bakar minyak (BBM) dari batu bara.

Langkah tersebut diambil sebagai upaya mengoptimalkan seluruh potensi energi domestik demi menghadapi ketidakpastian geopolitik global.

"Terkait dengan membuat gas ataupun minyak lewat batu bara itu berangkat dari pemikiran bahwa dalam kondisi geopolitik yang tidak menentu, maka kalau Presiden Prabowo berkata, ini adalah mengoptimalkan seluruh potensi energi yang ada di Indonesia," ujar Bahlil dalam acara donor darah dalam rangka Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81 di Balai Sudirman, Jakarta (21/9).

Bahlil menyampaikan bahwa kemajuan teknologi saat ini sudah mampu mengubah batu bara menjadi gas maupun minyak. Pengolahan serupa juga telah diterapkan di beberapa negara, salah satunya China.

"Sekarang teknologinya sudah canggih, di mana batu bara yang low calorie itu bisa menghasilkan gas maupun minyak. Nah, tapi ini kan kita akan tindak lanjut terus. Di beberapa negara seperti di China, itu gasnya sudah diambil dari batu bara low calorie," katanya .

Peluang pengembangan energi alternatif ini makin terbuka karena besarnya cadangan batu bara nasional serta banyaknya penawaran kerja sama teknologi dari perusahaan luar.

"Beberapa perusahaan-perusahaan sudah melakukan penawaran kepada kami untuk melakukan kerja sama. Kita tahu bahwa potensi batu bara kita untuk melakukan teknologi itu sangat besar sekali. Ini pun yang dimaksudkan oleh Pak Presiden," ungkap Bahlil.

Untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM dan memperkuat kemandirian energi nasional, Kementerian ESDM berkomitmen menjalankan arahan Prabowo.

"Karena itu kami sebagai Menteri ESDM akan menindaklanjuti setiap perintah arahan Pak Presiden terkait dengan optimalisasi dalam rangka meningkatkan ketahanan energi dengan memakai sumber energi dalam negeri," tuturnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah tidak cuma memfokuskan diri pada bahan bakar berbasis kelapa sawit, melainkan juga mengincar produksi bensin berbahan batu bara.

Penghentian impor solar sejak 1 Juli 2026 berkat penerapan biodiesel B50 menjadi pijakan utama pemerintah untuk terus mengeksplorasi sumber energi lokal.

Selain batu bara, pengembangan bensin berbasis etanol juga sedang dikaji oleh pemerintah. Tahapan pencampuran etanol ke dalam bensin rencananya akan disusun mulai dari E10 hingga E50.

"Kita ingin memanfaatkan produksi kita dalam negeri," ujar Bahlil.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar