Ada Nama Ajaib Saat Mutasi Saat Era Purbaya ,Siapa?

Sabtu, 19/09/2026 00:05 WIB
foto :kementrian keuangan

foto :kementrian keuangan

law-justice.co -  

Kebijakan mutasi sejumlah pejabat di Kementerian Keuangan pada masa kepemimpinan Purbaya Yudhi Sadewa disebut memicu polemik di internal kementerian. Belakangan, muncul sorotan mengenai proses pengangkatan pejabat yang disebut-sebut melibatkan sejumlah “nama ajaib”.

Persoalan tersebut sebelumnya diungkapkan Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto setelah pergantian posisi Menteri Keuangan dari Purbaya kepada Suahasil Nazara.

Dalam keterangannya, Bimo secara khusus meminta agar kebijakan mutasi yang telah dilakukan sebelumnya ditinjau kembali, bahkan mendorong agar keputusan tersebut dibatalkan.

Permintaan itu menambah perhatian terhadap proses rotasi dan pengisian jabatan di lingkungan Kementerian Keuangan, terutama terkait pertimbangan yang digunakan dalam menentukan pejabat yang menempati posisi strategis.

 


Saat ditanyakan kepada Suahasil, dirinya enggan memberikan komentar. Pembatalan mutasi itu juga masih dibicarakan.

"Nanti aja. Kalau sudah jadi," kata Suahasil usai konferensi pers APBN Kita di kantornya, Jumat (18/9/2026).


Bimo yang turut hadir di kesempatan yang sama juga tidak mau membeberkan nama ajaib yang dimaksud.

"Nama ajaib? Ajaib ajaib ajaib," kata Bimo saat dikonfirmasi.

Sementara itu, Dirjen Pajak Bimo Wijayanto mengatakan perombakan yang terjadi merupakan rotasi biasa. Saat ini, pihaknya akan membahas secara internal terkait rotasi tersebut.

"Rotasi biasa. Rotasinya biasa. Ini mau saya rapatin, saya enggak bisa ngomong, baru mau rapat," jelas Bimo.

Sebelumnya ratusan pegawai pajak dari eselon dua hingga eselon empat dirotasi oleh Purbaya Yudhi Sadewa saat menjabat sebagai Menteri Keuangan pada Kamis (10/9/2026).

Namun, Menurut Bimo, daftar pejabat yang dilantik khususnya di Direktorat Jenderal Pajak akan dicek ulang terkait kapabilitas dan kelaikan. Jika tidak memenuhi, maka akan dibatalkan.

Bimo berujar keputusan Purbaya melakukan mutasi besar-besaran membuat kegaduhan internal. Salah satunya karena ada beberapa nama ajaib.

Bimo bersama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama kemudian mengusulkan kepada Menteri Keuangan baru Suahasil Nazara agar mutasi besar-besaran itu dibatalkan.

"Itu kan usulan kita, rotasi, cuma memang ada beberapa yang nama-nama ajaib yang tidak ikut proses assessment, talent management, kemudian itu yang membuat saya dan Dirjen Bea Cukai meminta untuk ditunda dahulu, dibatalkan," paparnya kepada awak media dikutip Jumat (18/9/2026).

"Karena sinyalnya nggak bagus bagi pasukan yang lain, yang sudah ikut susah payah, ikut assessment, ikut ujian, ikut talent management," sambungnya.

Pada akhir pembicaraan disampaikan , saat ini  Bimo mengaku sedang membicarakan dengan Menteri Keuangan Suahasil terkait nasib pegawai yang telah dilantik tersebut. 

 

Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto mengatakan, pihaknya masih membahas bersama Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengenai kelanjutan nasib pegawai yang baru saja dilantik.

Bimo menjelaskan, pelantikan yang berlangsung pada pekan sebelumnya merupakan bagian dari rotasi pegawai. Namun, terkait langkah selanjutnya terhadap pejabat yang telah dilantik tersebut, pembahasannya masih berlangsung di internal Kementerian Keuangan.

"Pelantikan pegawai minggu lalu itu rotasi biasa. Ini sedang kita rapatin," ujar Bimo.

 

 

(Patia\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar