Ada 94 Pengungsi Gempa NTT Meninggal di Pengungsian

Kamis, 17/09/2026 18:28 WIB
BMKG melaporkan gempa magnitudo 7,7 mengguncang Flores, NTT, akibat aktivitas Flores Back Arc Thrust. (Foto: ANTARA/Ho-SAR)

BMKG melaporkan gempa magnitudo 7,7 mengguncang Flores, NTT, akibat aktivitas Flores Back Arc Thrust. (Foto: ANTARA/Ho-SAR)

law-justice.co - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan ada 94 pengungsi gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) yang meninggal dunia di pengungsian.

Hal itu disampaikan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam konferensi pers secara daring pada Selasa (15/9) lalu.

"Korban yang meninggal secara langsung akibat gempa bumi itu 48 orang, tetapi secara tidak langsung yang ada di pengungsian ada 94 orang," beber Berton seperti dikutip dari Youtube BNPB pada Kamis (17/9).

Kemudian dalam unggahan di akun Instagram BNPB pada Kamis hari ini, Berton menerangkan bahwa pihaknya telah melakukan verifikasi dan validasi bersama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) di tujuh kabupaten terdampak.

Hasilnya, dipastikan bahwa 94 korban itu bukan meninggal karena trauma fisik langsung atau akibat runtuhan bangunan saat gempa.

"Data dari tim medis menunjukkan sebagian besar warga tersebut adalah kelompok lansia yang meninggal dunia karena komplikasi penyakit kronis yang sudah diderita, seperti stroke dan diabetes melitus," jelas Berton.

Berton menyebut penanganan medis telah dilaksanakan secara maksimal di berbagai fasilitas kesehatan dan pos kesehatan terpadu. Ia juga memastikan pelayanan dasar dan kesehatan bagi para penyintas tetap terlaksana optimal.

"Sejak hari pertama, BNPB telah mengaktifkan pos dukungan logistik di Labuan Bajo dan Maumere. Bantuan medis, obat-obatan, termasuk peralatan lain yang dibutuhkan terus bergerak menjangkau pengungsi, baik terpusat maupun mandiri," ucap dia.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar