Istana Membantah Purbaya soal Dicopot dari Menkeu Imbas Rombak Pejabat
Bekas Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa , Jakarta, pada Rabu (10/9/2025). (Istimewa/BPMI Setpres/Rusman)
Bambang merespons klaim Purbaya yang disampaikan setelah serah terima jabatan dengan Menkeu Suahasil Nazara.
"Oh itu pengakuan Pak Purbaya ya? Tapi sebetulnya enggak. Tidak ada yang istimewa. Pergantian kapan saja itu sebetulnya Menteri wakil Menteri siap diganti," ujarnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9).
Sementara itu, Bambang mengaku tidak mengetahui apabila terdapat persoalan internal yang melatarbelakangi pergantian Purbaya.
"Saya kalau internalnya kita tidak tahu kalau internal seperti apa. Cuman dari perspektif kita, dari Istana, sebetulnya pergantian itu adalah sesuatu yang lumrah saja sebetulnya. Bisa kapan saja. Namanya reshuffle kan bisa saja kapan dicopot, kemudian ada yang diangkat yang baru," jelasnya.
Lebih lanjut, Bambang mengatakan tidak ada alasan khusus di balik pergantian Purbaya sebagai Menteri Keuangan periode 2025-2026.
Bambang menyebut pergantian menteri merupakan hal yang lumrah dan menjadi hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
"Oh enggak itu pergantian biasa saja sebetulnya. Pergantian pejabat kan tidak ada sesuatu yang istimewa. Kan itu juga prerogatif Presiden kan ya," beber Bambang.
Purbaya sebelumnya digantikan Wakil Menteri Keuangan Suahasil pada Senin (14/9). Purbaya menilai keputusannya merombak ratusan pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) beberapa hari sebelumnya ditengarai menjadi salah satu pemicu pencopotannya.
Pada Kamis (10/9), saat masih menjadi menteri keuangan, Purbaya melakukan perombakan besar-besaran terhadap struktur pegawai Kemenkeu.
Tercatat, sekitar 50 pegawai level Eselon II dan 350 pegawai level Eselon III dirotasi dari jabatannya.
Perombakan tersebut menyasar mulai dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), jajaran fungsional di Badan Layanan Umum (BLU), hingga jajaran direksi Special Mission Vehicle (SMV) yang bernaung di bawah payung Kemenkeu.
"Sebagian iya (karena perombakan pejabat tersebut)," ujar Purbaya usai mengikuti acara serah terima jabatan di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (15/9).
Meski demikian, Purbaya menepis spekulasi yang menyebut pemberhentiannya dilatarbelakangi oleh gesekan atau konflik internal dengan anak buahnya di Kemenkeu.
Purbaya turut menegaskan pergantian menteri merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
"Enggak ada gesekan. Yang jelas itu (pergantian menteri) hak prerogatif presiden yang presiden sudah putuskan setahun ini udah cukup," jelas Purbaya.

Komentar