M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan

Soal The Solo`s Frogman yang Beracun

Rabu, 09/09/2026 13:58 WIB
M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan. (Tribunnews).

M Rizal Fadillah, Pemerhati Politik dan Kebangsaan. (Tribunnews).

law-justice.co - Frogman secara harfiah bermakna “manusia katak” pada umumnya menjadi label bagi “penyelam”. Dalam makna lain terutama dalam cerita atau film animasi ditampilkan manusia yang berkepala katak.

Manusia katak bisa juga manusia yang gemar memelihara katak atau penyembah dewa katak. Manusia berperilalu seperti katak juga makna lain dari perluasannya. Menendang, membuang, dan melompat-lompat. Seenaknya hidup di dunia mana, mau air atau darat.

Manusia palsu senang dengan katak sebagai ayat palsu. Nabi palsu Musailamah Al Kadzab membanggakan diri bahwa ia mampu menjawab tantangan dengan membuat “ayat katak” maupun “ayat gajah”. Bunyi ayat palsunya itu adalah:

“yaa dhifda’ binta dhifdain, naaqi maa yunaqiin. a’laaka fil maa wa asfaluka fith thiin”

(wahai katak, anak dari dua katak, sesukalah bersuara, bagian atasmu di air, bagian bawahmu di tanah)

“al fiil, mal fiil, wa maa adrookal maal fiil. al fiilu lahu dzanabun wa tsiil wa khurtumun thowiil”

(gajah apakah gajah, dan apa yang dinamakan gajah ? gajah adalah yang berekor pendek dan berbelalai panjang)

Musailamah pembohong menjadi Raja dan Nabi palsu pasca Nabi SAW wafat. Diperangi oleh Khalifah Abubakar hingga binasa. Katak dan gajahnya tidak menolong. Katak itu mati meninggalkan kepalsuan ayat. Gajah buntut kecil ditukar menjadi belalai seolah pengikutnya panjang. Namanya juga pembohong.

The Solo’s Frogman adalah manusia katak yang hidup kesepian. Dahulu dalam air di halaman istana, kini di darat membangun rumah keserakahan dalam kesendirian.

Memang banyak yang datang tapi bukan kesejatian melainkan kepentingan dan kebutuhan. Jika selesai dan telah terpenuhi ya ditinggal dan dibiarkan tenggelam atau digoreng menjadi swike. Apa pedulinya ?

Dulu ada Nabi palsu dan ayat palsu kini Presiden palsu dan ijazah palsu. Islam palsu pun ada yaitu Islam ala ala. Ala Bung Karno, ala Aidit, ala Jokowi dan mutakkhir, ala Prabowo.

Entah itu Islam tanpa tauhid yang mistik, Islam tanpa syari’at seperti tidak solat, gay, atau sejuta salam. Islam yang makan apapun termasuk makan aset rakyat. Islam semua halal baik korupsi, politik dinasti, premanisme, jual beli suara, omon kosong, dan jilat menjilat.

Solo adalah kota bersejarah yang bersih, sungguh sayang jika tercemar oleh Frogman yang munafik, kadzab, korup, pembunuh, dan tanpa rasa dosa menipu berjuta manusia. Gila kuasa dan rakus harta.

Nama bagus sering mengecoh. Joko Widodo artinya pemuda yang sehat, selamat, sejahtera. Tapi joko yang ini nampaknya tidak sehat dan tidak menyelamatkan. Joko yang hanya mampu menyejahterakan dirinya semata.

Apa kurang bagus nama “Duttaphrynus melanostictus” namun ia adalah “katak buduk” yang beracun.

The Solo’s Frogman itu beracun, berbahaya dan merusak.

Baiknya cepat ditangkap sebelum ia jauh melompat.

(Tim Liputan News\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar