Kekuatan Rupiah terhadap Dolar AS Mulai Membaik, Risiko Masih Ada

Minggu, 30/08/2026 04:50 WIB
rupiah

rupiah

law-justice.co - Akhirnya mata uang Garuda Rupiah berhasil menekan dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan, Sabtu (28/8/2026). Mata uang Paman Sam itu bergerak pada level Rp 17.600-an. Berdasarkan data Bloomberg, dolar AS melemah 0,29% ke level Rp 17.693 hari ini. Adapun pada penutupan sebelumnya, Jumat (29/8), dolar AS berada di posisi Rp 17.744.

Namun sepanjang tahun 2026, dolar AS tercatat telah menguat hingga 6,07%. Mata uang Paman Sam itu bergerak pada rentang Rp 16.296 hingga Rp 18.209 sejak 52 minggu terakhir.

 

Dolar AS juga bergerak variatif terhadap mata uang asing lainnya. Terhadap UER, dolar AS melemah 0,58%. Kemudian terhadap GBP melemah 0,40% dan terhadap AUD melemah 0,42%.

Sementara terhadap mata uang JPY, dolar AS menguat 0,44%. Selanjutnya penguatan juga terjadi terhadap mata uang CAD dan CHF yang menguat masing-masing 0,36% dan 0,61%.

 

Penguatan rupiah tidak terlepas dari pergerakan dolar AS dan sentimen investor global. Namun, penguatan tersebut belum dapat diartikan sebagai perubahan tren secara permanen. Pasar masih mencermati arah kebijakan The Federal Reserve, terutama menjelang keputusan suku bunga AS berikutnya.

Dari dalam negeri, BI-Rate 5,75% dan cadangan devisa sekitar US$145,3 miliar menjadi salah satu penopang stabilitas rupiah. Di sisi lain, pelebaran defisit transaksi berjalan menjadi sekitar 3,3% PDB menjadi salah satu faktor yang tetap perlu diwaspadai investor.

Untuk perdagangan 31 Agustus–4 September 2026, ekonom Universitas Andalas Syafruddin Karimi memperkirakan rupiah bergerak dalam kisaran Rp17.650–Rp17.950 per dolar AS, dengan kecenderungan netral hingga sedikit melemah.

Dengan demikian, rupiah saat ini memang menunjukkan tanda-tanda penguatan, tetapi belum sepenuhnya keluar dari tekanan. Jika dolar AS kembali menguat akibat kenaikan imbal hasil US Treasury atau perubahan ekspektasi suku bunga The Fed, rupiah berpotensi kembali tertekan.

Sebaliknya, apabila tekanan terhadap dolar AS berlanjut, arus modal asing tetap masuk ke aset Indonesia, dan sentimen domestik membaik, rupiah memiliki peluang untuk bergerak lebih kuat menuju area Rp17.600-an per dolar AS.

Intinya: rupiah sedang membaik, tetapi masih berada dalam fase tarik-menarik antara sentimen positif domestik dan tekanan eksternal.

 

(Patia\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar