Untuk Pemulihan Lahan, DPR: Percepat Pengembangan Pupuk Organik

Sabtu, 27/06/2026 21:45 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Golkar Firman Soebagyo (Law-Justice)

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Partai Golkar Firman Soebagyo (Law-Justice)

[INTRO]
Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo menilai tren penggunaan pupuk organik di sejumlah negara menjadi sinyal bagi Indonesia untuk mulai mengurangi ketergantungan pada pupuk anorganik. langkah tersebut, menurutnya penting untuk memulihkan kesuburan lahan sekaligus menjaga produktivitas pertanian.

Firman mengungkapkan penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kualitas unsur hara dan tingkat kesuburan tanah. Karena itu, pemanfaatan pupuk organik perlu diperkuat untuk mendukung produktivitas pertanian yang berkelanjutan.

“Kalau kita lihat tren dunia ini sudah mulai bergeser kepada pupuk organik, terutama untuk kebutuhan pangan pokok. Vietnam sudah mulai dan di beberapa negara Eropa juga sudah mulai menggunakan pupuk organik,” ujar Firman melalui keteranganya, Sabtu (27/06/2026).

Politisi Fraksi Partai Golkar tersebut menilai penggunaan pupuk organik dapat membantu memulihkan kondisi lahan, meningkatkan produktivitas pertanian, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pupuk anorganik.

“Kalau pupuk organik bisa dikembangkan dan ditingkatkan, maka ada pemulihan lahan, tingkat produksi bisa meningkat, dan penggunaan pupuk urea dapat dihemat,” jelasnya.

Firman menambahkan, penguatan pupuk organik juga penting untuk menjawab kebutuhan pasar global yang semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dalam produksi pangan. Menurutnya, Indonesia perlu mulai menyiapkan langkah tersebut sejak sekarang agar tidak tertinggal dari negara lain.

“Kalau nanti ke depan itu juga tidak kita mulai dari sekarang, nanti tertinggal negara-negara lain,” tegasnya.

Ia berharap pemerintah bersama industri pupuk nasional dapat terus mendorong pengembangan pupuk organik sebagai bagian dari strategi peningkatan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan nasional.

(Givary Apriman Z\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar