Trump dan Ketua DPR Iran Tanda Tangan Digital MoU Damai?

Selasa, 16/06/2026 16:05 WIB
Presiden AS DOnald Trump umumkan pihaknya telah melakukan serangan bom ke fasilitas nuklir milik Iran. Serangan in soantak menuai kecaman dari masyarakat dunia, termasuk Indonesia. (Reuters via CNN Indonesia)

Presiden AS DOnald Trump umumkan pihaknya telah melakukan serangan bom ke fasilitas nuklir milik Iran. Serangan in soantak menuai kecaman dari masyarakat dunia, termasuk Indonesia. (Reuters via CNN Indonesia)

law-justice.co - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) damai antara AS dengan Iran secara elektronik.

Para pejabat AS mengatakan kepada Reuters dan AFP bahwa kesepakatan itu diteken secara elektronik oleh Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

"Presiden ingin menandatanganinya secara pribadi karena dia ingin menunjukkan dedikasinya untuk membawa masalah ini menuju penyelesaian yang sukses," jelas seorang pejabat senior pemerintahan AS kepada AFP.

Iran sejauh ini belum memberikan komentar.

Dalam pernyataan di media sosial X, Ghalibaf sempat mengatakan negaranya telah mengambil "langkah besar menuju kemenangan akhir", yang tampaknya merujuk pada tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran.

Perundingan damai AS-Iran akhirnya mencapai mufakat setelah melalui berbagai putaran alot pembicaraan.

Dalam unggahan di media sosialnya, Trump menyampaikan kesepakatan ini mencakup perjanjian untuk mencabut blokade AS atas Iran. Kesepakatan juga disebut meliputi komitmen untuk menghentikan pertempuran di semua front, termasuk di Lebanon.

Meski sudah dikonfirmasi Iran, hingga kini, belum ada detail resmi mengenai isi kesepakatan.

Berdasarkan pernyataan Trump dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif selaku mediator, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) baru akan dilakukan di Swiss pada Jumat (19/6) mendatang.

Trump menyampaikan setelah penandatanganan, Selat Hormuz yang selama ini ditutup Iran akan dibuka secara cuma-cuma. Iran disebut tak akan mematok tarif bagi kapal yang melintas.

Pembukaan Selat Hormuz sendiri dikabarkan dilakukan dengan agenda pembersihan ranjau.

(Yudi Rachman\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar