Soal Kesepakatan Damai Amerika-Iran, Benjamin Netanyahu Buka Suara

Selasa, 16/06/2026 13:57 WIB
PM Israel Benjamin Netanyahu (Al Jazeera)

PM Israel Benjamin Netanyahu (Al Jazeera)

law-justice.co - Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu buka suara mengenai tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Dalam pidato yang disiarkan televisi pada Senin (15/6), Netanyahu berujar, terlepas dari ada tidaknya kesepakatan, tujuan utama Israel adalah memastikan Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.

Netanyahu membela keputusannya meluncurkan kampanye militer ke Iran yang ditentang banyak pihak karena mengakibatkan harga minyak dunia sempat meroket tajam. Menurutnya, serangan tersebut justru telah menyelamatkan Israel dari bencana nuklir.

"Yang terpenting adalah kita telah menyelamatkan negara Israel dari ancaman pemusnahan oleh nuklir," kata Netanyahu, seperti dikutip AFP.

Ini merupakan pernyataan perdana Netanyahu setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan telah mencapai kesepakatan damai dengan Iran.

Trump pada Minggu (14/6) berujar, kesepakatan tersebut mencakup perjanjian untuk menghentikan pertempuran di semua front, termasuk Lebanon yang sedang di bawah bombardir Israel. Namun, kesepakatan ini belum diteken secara resmi.

Penandatanganan nota kesepahaman (MoU) baru akan dilakukan di Swiss pada Jumat (19/6).

Pada Senin (15/6), sejumlah menteri Israel bereaksi keras terhadap kesepakatan damai ini. Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir menolak mematuhi kesepakatan dengan alasan Israel tidak terikat perjanjian karena tidak terlibat dalam proses perundingan.

Dalam pidatonya, Netanyahu juga menyinggung bahwa pasukan Israel akan tetap berada di Lebanon sebagaimana mestinya. Ia berujar, pasukan Israel akan mempertahankan posisi di Lebanon, Jalur Gaza, dan Suriah untuk memastikan tidak ada lagi ancaman bagi Israel.

"Israel tidak akan membiarkan organisasi teroris menancapkan diri di perbatasan kami, menggali terowongan teror ke wilayah kami, atau mempersiapkan pembantaian di dekat warga negara kami," ujarnya.

 

 

(Ade Irmansyah\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar