Bantuan Bencana Sumatra Tertahan di Malaysia, Dasco Minta Tito Atasi
Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad (indonesiainside.id)
Sufmi Dasco Ahmad mengaku menerima laporan sejumlah bantuan itu sempat tertahan. Bantuan itu datang dari ribuan warga Aceh yang tinggal di Malaysia.
"Saya tangkap masalah bantuan dari warga Aceh yang di Malaysia, itu untuk memasukkan barang sekarang ini jadi kewenangannya siapa Pak Mendagri, supaya cepat diputus di sini," jelas Sufmi Dasco Ahmad dalam rapat koordinasi pemulihan pasca bencana itu bersama sejumlah menteri di kompleks parlemen, Rabu (18/2).
Merespons itu, Menteri dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut bahwa izin bantuan merupakan kewenangan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai.
Tito Karnavian merinci, sejumlah bantuan itu antara lain, minyak goreng 3 ribu liter senilai Rp1 miliar, gula pasir sekitar Rp50 juta, air mineral Rp672 juta.
Lalu, ada makanan siap saji 5.000 dus senilai Rp1 miliar, pakaian baru 3.000 karung senilai Rp126 miliar, Alquran senilai Rp1 miliar, dan kloset toilet Rp4,8 miliar.
Tito Karnavian juga menyebut, sejumlah bantuan itu saat ini tertahan di Pelabuhan Klang, Malaysia. Pihaknya telah mengirim surat kepada Bea Cukai. Namun, untuk kebutuhan logistik seperti minyak dan gula harus mendapat persetujuan dari Kementerian Pertanian.
"Tadinya mereka mau kirim beras juga tapi kita tolak. Sebaiknya jangan beras, karena kita sudah swasembada beras. Ini ada minyak goreng, gula pasir," kata Tito.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman meminta agar pengiriman barang itu tak termasuk beras karena dinilai sensitif. Andi juga meminta agar minyak bisa diuangkan karena Indonesia banyak mengekspor minyak keluar.
"Kalau masih bisa, usul kami, karena kami juga ekspor minyak goreng besar-besaran ke beberapa negara. Tapi kalau memang bisa itu diuangkan, tapi kalau harus masuk, saya kira pengawasan yang sangat ketat," jelasnya.
"Ini sudah keburu dibeli, barangnya tinggal dikirim, dan hanya 1 kali. Dan saya pikir mungkin kita bisa kasih dispensasi karena cuma sekali, daripada nanti kita kan repot harus diuangkan lagi, beli lagi," pungkas Dasco.




Komentar