Polisi Buru Mister S Pemasok Data ke Sindikat Pembobol Rekening

Kamis, 25/09/2025 21:25 WIB
Ilustrasi rekening dormant (Koinwork)

Ilustrasi rekening dormant (Koinwork)

law-justice.co - Tim Polda Metro Jaya mengungkapkan perkembangan terbaru dalam kasus pembobolan rekening dormant. Aksi pembobolan tersebut diketahui dilakukan oleh para pelaku yang membunuh Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Cempaka Putih Muhamad Ilham Pradipta.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Wira Satya Triputra mengungkapkan, polisi masih mencari sosok pemasok data rekening dormant ke para pelaku. "Masih kita dalami, mister S masih kita cari," ujar Wira, Selasa, 23 September 2025.

Meski begitu, Wira menegaskan kepolisian belum akan memasukkan nama mister S ke dalam daftar pencarian orang. "Belum ditetapkan DPO," kata Wira kepada para wartawan.

Sebelumnya Wira mengungkapkan bahwa pelaku awalnya berniat meminta bantuan korban untuk memindahkan sejumlah dana. "Tersangka berencana untuk melakukan pemindahan uang dari rekening dormant ke rekening penampungan," ujar Wira Selasa, 16 September 2025.

Lebih lanjut Wira mengatakan, para pelaku membutuhkan persetujuan dari kepala cabang bank untuk memindahkan uang tersebut dari rekening dormant. "Diharapkan dengan menculik ini, korban mau memberikan otorisasinya untuk menggeser dana dari rekening dormant ke rekening pelaku," ucap Wira.

Para pelaku tersebut, kata Wira, bahkan telah memiliki tim hacker tersendiri yang bertugas untuk membobol rekening-rekening dormant. Mereka hanya perlu otorisasi kepala cabang bank untuk dapat memindahkan dana hasil pembobolan rekening dormant tersebut ke rekening lainnya.

Menurut Wira, data-data terkait rekening dormant yang dibobol tersebut didapatkan oleh tersangka Candy alias Ken dari temannya yang berinisial S. “Kita masih dalami dan lakukan pengejaran karena kita masih pegang identitasnya saja,” jelas Wira. 

Berdasarkan informasi yang diterima oleh Tempo, para pelaku sebelumnya telah berhasil membobol beberapa rekening dormant di Bank BUMN dan berhasil digeser ke money changer. Tersangka Candy alias Ken kemudian meminta bantuan Dwi Hartono untuk kembali menggeser uang yang ada di money changer tersebut ke rekening bank.

Keduanya kemudian mencari beberapa kepala cabang bank yang bisa diajak bekerja sama untuk menggeser dana tersebut. Ada tiga profil kepala cabang bank yang mereka siapkan dari dua bank pelat merah yang berbeda.

Dua kepala cabang yang mereka dekati ternyata menolak diajak bekerja sama. Akhirnya tersisa satu alternatif, yakni Ilham selaku Kepala KCP BRI Cempaka Putih yang dipilih pelaku secara random dengan berbekal kartu nama.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar