Pagi Ini Rupiah dan IHSG Dibuka Menguat
Nilai tukar rupiah merosot (bisnis)
law-justice.co - Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu 10 Juni 2026, nilai tukar rupiah berada di level Rp17.912 per dolar Amerika Serikat (AS).
Mata uang Garuda menguat 146 poin atau 0,81 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Di kawasan Asia, pergerakan mata uang bervariasi terhadap dolar AS. Mata uang yang menguat antara lain won Korea Selatan 0,50 persen dan dolar Hong Kong 0,01 persen.
Sementara itu, yuan China melemah 0,01 persen, peso Filipina turun 0,01 persen, ringgit Malaysia terdepresiasi 0,15 persen, dolar Singapura melemah 0,07 persen, dan yen Jepang terkoreksi 0,01 persen.
Pergerakan serupa juga terjadi pada mata uang negara maju. Euro Eropa turun 0,03 persen, poundsterling Inggris melemah 0,03 persen, dolar Australia terkoreksi 0,04 persen, dolar Kanada melemah 0,01 persen, dan franc Swiss turun 0,14 persen terhadap dolar AS.
Analis mata uang Doo Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah masih berpeluang melanjutkan penguatan terhadap dolar AS setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan dan memutuskan menggelar rapat mingguan untuk memantau perkembangan pasar.
Menurutnya, langkah tersebut memunculkan ekspektasi bahwa BI masih akan bersikap agresif dalam kebijakan moneternya ke depan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Rupiah diperkirakan masih berpotensi menguat terhadap dolar AS menyusul langkah BI menaikkan suku bunga serta menjadwalkan rapat mingguan yang memicu harapan BI masih akan agresif menaikkan suku bunga ke depannya. Langkah pemerintah menaikkan harga Pertamax juga positif bagi rupiah," ujarnya kepada CNNIndonesia.com.
Meski demikian, Lukman mengingatkan penguatan rupiah berpotensi terbatas seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia.
"Namun, eskalasi di Timur Tengah belakangan ini dan kenaikan harga minyak mentah dunia mungkin akan membatasi penguatan rupiah," katanya.
Dia memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.100 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
IHSG Dibuka Hijau
Disisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 82,58 poin atau naik 1,44 persen ke level 5.829 pada awal perdagangan Rabu (10/6).
Mengutip RTI Business pukul 09.10 WIB, IHSG dibuka di level 5.744 dan langsung melesat ke zona hijau pada menit-menit awal perdagangan.
Indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di 5.838, sementara level terendah tercatat di 5.677.
Sebanyak 426 saham berada di zona hijau, sementara 146 saham melemah dan 144 saham lainnya stagnan.
Volume perdagangan mencapai 5,12 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp3,83 triliun dari 349.479 kali transaksi. Seiring penguatan indeks, kapitalisasi pasar naik menjadi Rp10.272,40 triliun.
Adapun net foreign sell di seluruh pasar mencapai Rp2,45 triliun. Di pasar reguler, investor asing mencatatkan jual bersih Rp2,59 triliun, sementara di pasar negosiasi dan tunai terjadi beli bersih sebesar Rp142,19 miliar.
Dari sisi volume perdagangan, transaksi jual mendominasi dengan porsi 74,12 persen atau sekitar 33,9 miliar saham. Adapun transaksi beli mencapai 25,88 persen atau sekitar 11,2 miliar saham.
Nilai transaksi jual mencapai Rp28 triliun atau 55,02 persen dari total transaksi, sedangkan transaksi beli sebesar Rp44,98 persen.
Investor asing mencatatkan nilai pembelian Rp11,4 triliun dan penjualan Rp13,8 triliun, sementara investor domestik membukukan pembelian Rp16,6 triliun dan penjualan Rp14,2 triliun.
Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2,71 juta kali transaksi. Investor domestik masih mendominasi aktivitas pasar dengan kontribusi 74,83 persen dari total frekuensi perdagangan, sedangkan investor asing menyumbang 25,17 persen.
Penguatan IHSG pada awal perdagangan turut ditopang oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) naik 4,35 persen ke level 2.040, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menguat 3,88 persen ke 5.350, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) bertambah 2,15 persen ke 2.850, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) melonjak 2,69 persen ke 4.200.
Di sisi lain, beberapa saham masih bergerak melemah, antara lain PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang turun 0,35 persen ke 2.870.


Komentar