Iran Klaim Tangkap Lebih dari 100 Tentara Bayaran & Mata-mata Israel
Komandan IRGC Iran Hossein Salami. (rmol).
Pemimpin Kementerian Intelijen Iran mengklaim telah menangkap lebih dari 100 tentara bayaran yang direkrut Israel di seluruh wilayah Iran. Para mata-mata dan pengkhianat yang terkait dengan Israel disebut telah mencoba memanfaatkan kondisi perang di Iran.
"Kolaborasi dari Unit kontra-intelijen kementerian, bekerja sama dengan pasukan keamanan, berhasil menemukan dan menangkap 69 pengkhianat yang terkait dengan AS-Israel dalam operasi nasional," lanjut pernyataan itu.
Para tentara bayaran itu, menurut laporan tersebut, telah membentuk jaringan dan siap memicu kerusuhan jalanan dan tindakan kekerasan pada hari-hari terakhir tahun kalender Iran saat ini yang berakhir pada 20 Maret 2026.
Menurut pengumuman tersebut, dari jaringan mata-mata yang berhasil dibongkar, pihak intelijen Iran menyita sekitar 45 senjata api dan amunisi serta sejumlah besar senjata tajam.
Pasukan intelijen Iran juga menghancurkan setidaknya lima sel tentara bayaran musuh AS-Israel di provinsi Khuzestan bagian barat daya Iran dengan mengamankan dan menahan 15 orang.
Dari 5 sel tentara bayaran yang terungkap, Intelijen Iran mengamankan sepuluh alat peledak rakitan, dua senapan serbu AK-47, sebuah pistol, dan sejumlah besar amunisi.
Selain itu, agen intelijen yang bekerja sama dengan pasukan darat IRGC pun mengidentifikasi dan menangkap 13 teroris yang terkait dengan Israel dari jaringan mata-mata yang berafiliasi dengan faksi separatis dan Takfiri yang berbasis di daerah perbatasan provinsi Sistan dan Baluchistan di Iran bagian tenggara.
Ada 178 `Pengkhianat` Ditangkap Sejak Awal Perang
Organisasi Intelijen IRGC mengeluarkan pernyataan pada Kamis ini yang mengumumkan pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap 178 "pengkhianat" dan "tentara bayaran" yang bekerja untuk dinas intelijen AS-Israel sejak awal perang.
Menurut pernyataan tersebut, individu-individu tersebut mengirimkan lokasi pusat dan pos pemeriksaan Bulan Sabit Merah kepada badan intelijen musuh untuk menargetkan fasilitas-fasilitas tersebut.
Menurut pernyataan tersebut, beberapa warga negara asing telah ditangkap, dan peralatan militer serta teknis, termasuk senjata, perangkat GPS, alat komunikasi khusus, dan mata uang asing, telah disita dari mereka.




Komentar