Pramono : Transjabodetabek Bebani APBD Jakarta

Rabu, 11/06/2025 16:04 WIB
Gubernur Jakarta Pramono Anung, dan Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno jumpa pers usai rapat terbatas salah satunya membahas kisruh Bank DKI di Balai Kota DKI Jakarta, pada Selasa (8/4/2025). (RRI)

Gubernur Jakarta Pramono Anung, dan Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno jumpa pers usai rapat terbatas salah satunya membahas kisruh Bank DKI di Balai Kota DKI Jakarta, pada Selasa (8/4/2025). (RRI)

law-justice.co - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengakui pembukaan sejumlah rute Transjabodetabek dari Jakarta ke wilayah penyangga membebani APBD DKI Jakarta.

"Persoalannya, kalau saya bilang enggak membebani, enggak mungkin. Pasti membebani," kata Pramono di Jakarta Pusat, Rabu (11/6).

Namun, Pramono mengatakan pihaknya punya cara lain untuk membangun Jakarta selain menggunakan APBD.

Salah satunya dengan menggunakan kompensasi koefisien lantai bangunan (KLB).

"Misalnya lah, urusan KLB, TOD (transit oriented developme.nt) itu kita gunakan untuk membangun Jakarta. Jadi apa yang dulu pernah dirintis oleh gubernur sebelumnya, yang baik, kan saya selalu bilang, yang baik saya teruskan, yang enggak baik, ya sudah enggak," jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Pramono juga mengungkap tingginya antusiasme masyarakat terhadap pembukaan beberapa rute Transjabodetabek sebelumnya.

Ia berkelakar kini ada permintaan membuka rute hingga provinsi lain.

"Dari seluruh rute yang dibuka yang langsung tinggi banget adalah PIK 2-Blok M, kedua adalah dari Bogor-Blok M. Yang ketiga adalah Alam Sutra-Blok M. Sekarang ada usulan buka dari Bandung Blok M, Cirebon Blok M, Surabaya Blok M," ujarnya.

(Gisella Putri\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar