Makin Pedas, Harga Cabai Rawit Naik Hingga Rp77 Ribu per Kg

Rabu, 31/07/2024 09:32 WIB
Buruh memetik cabai rawit merah di lapak pedagang agen Cabai, Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Buruh mengaku tingginya harga cabai rawit merah hingga Rp 100 ribu per kilo membuat pendapatan mereka sebagai buruh pemetik cabai meningkat di bulan ramadan dari biasanya, dari 30 kilogram cabai per hari menjadi 60 kilogram cabai per hari dengan upah Rp 2 ribu per kilogram cabai. Roabinsar Nainggolan

Buruh memetik cabai rawit merah di lapak pedagang agen Cabai, Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur. Buruh mengaku tingginya harga cabai rawit merah hingga Rp 100 ribu per kilo membuat pendapatan mereka sebagai buruh pemetik cabai meningkat di bulan ramadan dari biasanya, dari 30 kilogram cabai per hari menjadi 60 kilogram cabai per hari dengan upah Rp 2 ribu per kilogram cabai. Roabinsar Nainggolan

law-justice.co - Pada hari Selasa 30 Juli 2024 kemarin, harga cabai rawit naik hingga Rp77 ribu per kilogram (kg), padahal pekan lalu `si merah pedas` ini masih dijual Rp65 ribu per kg.

Mengutip Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), pekan lalu harga rata-rata cabai rawit yang pasaran sekitar Rp65.500 per kg, lalu pekan berangsur naik jadi Rp68.300 per kg.

Untuk cabai rawit hijau, harga naik dari Rp56.100 menjadi Rp57.650 per kg. Sementara itu untuk cabai rawit merah harga naik dari Rp73.550 menjadi Rp77.300 ribu per kg.

Menanggapi kenaikan harga cabai rawit tersebut, Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengimbau masyarakat untuk menanam sendiri di rumah.

Mulanya, Sekretaris Utama Bapanas Sarwo Edhy mengatakan harga cabai rawit merah terus meroket dikarenakan produksinya menurun. Salah satu faktornya adalah cuaca.

"Karena produksinya kurang, salah satunya faktor cuaca," ucap Edhy di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Senin (29/7), melansir detikfinance.

Oleh sebab itu, ia menjelaskan pihaknya berupaya menghadirkan berbagai solusi. Salah satunya, mengimbau masyarakat menanam sendiri cabai di rumah.

"Solusinya ya, harus nanam. Makanya saya menyarankan teman-teman pertanian untuk menanam bagikan benih cabai ke masyarakat agar dia tanam di pot-pot di teras-teras, pekarangan, kan tidak terlalu sulit," tuturnya.

Solusi lain termasuk membangun screen house atau green house. Solusi ini dinilai menjadi solusi jangka panjang sebab komoditas cabai sejatinya bisa dipanen tanpa melihat musim.

"Itu salah satu solusi, makanya screen house sehingga panen (cabai) tidak mengenai waktu," imbuh Edhy.

 

(Annisa\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar