Amerika Hentikan Pengiriman Senjata ke Israel, Ini Alasannya

Senin, 06/05/2024 18:12 WIB
Ilustrasi persenjataan asal Amerika Serikat. Sistem rudal jarak jauh HIMARS bantuan Amerika Serikat untuk Ukraina (Wikipedia)

Ilustrasi persenjataan asal Amerika Serikat. Sistem rudal jarak jauh HIMARS bantuan Amerika Serikat untuk Ukraina (Wikipedia)

law-justice.co - Amerika Serikat dilaporkan menghentikan sementara pengiriman senjata ke Israel sejak pekan lalu.

Dua pejabat Israel menjelaskam kepada Axios ini merupakan pertama kalinya AS menghentikan pengiriman senjata ke sekutu dekatnya itu sejak agresi brutal Tel Aviv ke Jalur Gaza Palestina berlangsung 7 Oktober 2023 lalu.

Axios juga melaporkan langkah AS ini menimbulkan kecemasan di kalangan pejabat Israel.

Pada Jumat (3/5) waktu setempat, sejumlah anggota DPR AS dari Partai Demokrat mendesak Biden untuk mempertimbangkan penghentian penjualan senjata ke Israel, jika Tel Aviv tidak mengubah pendekatannya dalam perang melawan Hamas di Jalur Gaza.

Surat yang ditandatangani oleh 86 anggota Kongres AS dari Partai Demokrat itu telah dikirimkan ke Gedung Putih. Salah satu isinya yaitu mendesak Biden untuk mengambil sikap lebih tegas terhadap Israel.

Sampai saat ini, baik pemerintah Israel dan AS belum ada yang buka suara secara resmi menanggapi laporan tersebut.

Laporan penghentian pengiriman senjata ini muncul kala AS terus mendapat tekanan dari luar dan dalam negeri soal dukungannya terhadap Israel.

Terbaru, demonstrasi bela Palestina semakin meluas di kampus-kampus AS. Aksi demo para mahasiswa dan warga setempat ini juga telah menginspirasi gerakan-gerakan serupa di negara lainnya seperti Prancis dan lain-lain.

Pada Februari lalu, pemerintahan Presiden Joe Biden juga telah meminta jaminan kepada Israel bahwa senjata yang selama ini dikirimkan AS dan digunakan pasukannya di Gaza sesuai aturan hukum internasional.

Selain itu, AS juga telah berulang kali menentang rencana Israel melancarkan invasi darat ke Rafah, Jalur Gaza.***

(Tim Liputan News\Yudi Rachman)

Share:




Berita Terkait

Komentar