Ini Penyebab Tentara AS yang Ditemukan Meninggal di Karawang
latihan bersama Kpasssus dengan Tentara AS (Foto: berita Hankam)
"Kemungkinan sakit, serangan jantung," jelas Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen TNI Nugraha Gumilar, dilansir detikcom, Selasa (23/4/2024).
Nugraha menuturkan kemarin prajurit TNI dan US Army melakukan survei medan pendaratan untuk pasukan terjun payung. Jarak tempuh saat survei tersebut, menurut Nugraha, cukup panjang.
Saat semua prajurit telah rampung memeriksa titik pendaratan dan kembali ke titik kumpul, Walker tak kembali. Walker akhirnya dicari.
"Ya, jadi itu kan kita lagi cari tempat pendaratan (terjun payung). Kita (prajurit TNI dan US Army) sama-sama bergerak, mengukur untuk pendaratan pasukan, jaraknya cukup panjang kan itu. Mengukur, terus tiba-tiba ditunggu, yang bersangkutan belum pulang, ternyata meninggal," jelas Nugraha.
Sebelumnya diberitakan, Walker hilang di hutan Desa Karanganyar, Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat (Jabar), saat sedang melakukan survei tempat pendaratan terjun payung untuk pelaksanaan latihan bersama Super Garuda Shield (SGS).
"Masih survei, belum latihan bersama. Masih survei, di mana dalam rangka latihan SGS kan ada tahap pendaratan. Disurvei tempat pendaratannya, masih meninjau medan. Yang bersangkutan sedang meninjau medan survei untuk tempat latihan Super Garuda Shield (SGS)," ungkap Nugraha.
Untuk diketahui, Arif Budiman dari Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, mengatakan prajurit US Army itu hilang pada Senin (22/4) sekitar pukul 14.00 WIB.
"Iya, tentara Amerika. Kalau kejadian hilang itu kemarin. Kita masih menyisir di wilayah Desa Karanganyar," ucap Arif, dilansir detikJabar, Selasa (23/4).
Arif mengatakan pihaknya telah melakukan pencarian sejak diberi laporan pada Senin 22 April 2024 malam.
Korban diketahui sempat mengirimkan lokasi terakhir yang berjarak 1,5 jam jarak tempuh berjalan kaki dari lokasi posko utama menuju lokasi terakhir korban.***




Komentar