Pendukung Ganjar Dijuluki `Celeng`, DPP PDIP Disebut `Mental Bebek`

Minggu, 10/10/2021 20:10 WIB
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri dan Ganjar Pranowo (MI)

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri dan Ganjar Pranowo (MI)

Jakarta, law-justice.co - Ketua DPP PDIP yang juga merangkap Ketua DPD PDIP Jateng Bambang Wuryanto menyebut kader PDIP yang mendeklarasikan diri mendukung Ganjar Pranowo maju

Pilpres 2024 bukan lagi banteng, tapi celeng. Wakil Ketua DPC PDIP Purworejo, Jateng, yang juga menjadi Ketua DPC Seknas Ganjar Indonesia (SGI) Purworejo, Albertus Sumbogo pun angkat bicara. "Di bawah tekanan kepemimpinan beliau (Bambang Wuryanto) lahirlah kader-kader dengan mental babu, bebek dan beo," kata Sumbogo dikutip, Minggu (10/10/2021).

Sumbogo menambahkan, ucapan-ucapan seperti bukan batu pertama dilontarkan Bambang Pacul, panggilan akrab Bambang Wuryanto. Sumbogo mengakui bahwa Bambang Pacul melakukannya untuk merapatkan barisan, namun justru kini menciptakan kader dengan mental pesuruh.

"Ini bukan yang pertama beliau mengatakan hal tersebut, terutama dalam rangka merapatkan barisannya, supaya tidak seorang pun dari kader PDIP berani berbeda pendapat dan tetap tunduk pada otoritas `diktator Pacul` dengan analogi bahwa barisan kader ini militeristik sifatnya," ujar Sumbogo.

"Dengan demikian maka kader partai harus dikomando seperti baris-berbaris. Dalam beberapa hal itu tepat dan berhasil, tetapi dalam banyak hal Pak Bambang Pacul telah merubah jiwa para kader menjadi seperti pesuruh; kon ngalor, ngalor, kon ngidul, ngidul (diperintah ke utara ya ke utara, diperintah ke selatan ya ke selatan)," sambungnya.

Sumbogo kini memimpin DPC Seknas Ganjar Indonesia (SGI) Kabupaten Purworejo yang dideklaraskan pada Sabtu (25/9) lalu. Kelompok relawan tersebut siap mendukung Ganjar Pranowo maju Pilpres 2024.

Menanggapi hal itu, Bambang Wuryanto menyebut oknum kader PDIP yang mendeklarasikan capres mendahului arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, telah keluar dari barisan.

"Adagium di PDIP itu yang di luar barisan bukan banteng, itu namanya celeng. Jadi apapun alasan itu yang deklarasi, kalau di luar barisan ya celeng," tegasnya.

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar