Joe Biden Terlihat Belum Siap Beri MBS Sanksi Soal Kematian Khashoggi

Minggu, 28/02/2021 20:00 WIB
Presiden Joe Biden saat diwawancarai awak media soal keterlibatan MBS atas kematian Jamal Khashoggi. (Foto: Tangkapan layar Reuters).

Presiden Joe Biden saat diwawancarai awak media soal keterlibatan MBS atas kematian Jamal Khashoggi. (Foto: Tangkapan layar Reuters).

law-justice.co - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengatakan pihaknya akan memberikan pernyataan menyusul terbitnya laporan intelijen AS yang mengungkap keterlibatan Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MBS) atas kematian jurnalis Jamal Khashoggi. Pernyataan AS akan diumumkan besok, (1/3/2021)

Biden mendapat kritik dari berbagai kalangan, khususnya editorial Washington Post, karena ia dinilai tidak tegas terhadap MBS yang ikut menyetujui pembunuhan Khashoggi. Khashoggi sendiri merupakan jurnalis dari Harian Washington Post.

Saat ditanya mengenai hukuman terhadap MBS, Biden irit berbicara. "Akan ada pengumuman pada hari Senin tentang apa yang akan kami lakukan dengan Arab Saudi secara umum," katanya dikutip dari Reuters, Ahad (28/2/2021).

Biden tampak belum siap memberikan hukuman saat komentarnya hanya berisi singkat. Hal ini juga dipertegas oleh seorang pejabat Gedung Putih yang mengungkapkan bahwa tidak ada langkah signifikan baru yang diharapkan dari kebijakan Biden.

"Pemerintah mengambil berbagai tindakan baru pada hari Jumat. Presiden mengacu pada fakta bahwa pada hari Senin, Departemen Luar Negeri akan memberikan rincian lebih lanjut dan menguraikan pengumuman tersebut, bukan pengumuman baru," katanya.

Sikap untuk tidak menghukum MBS menunjukkan keengganan pemerintahan Biden untuk mengantisipasi keretakan hubungan dengan sekutunya tersebut.

Sebelumnya, laporan dari direktur intelijen nasional mengatakan MBS secara langsung menyetujui pembunuhan Khashoggi. Ketika Menteri Luar Negeri Antony Blinken mengumumkan pembatasan visa kepada 76 warga Saudi yang terlibat dalam penindasan aktivis dan jurnalis, dia tidak mengumumkan tindakan apa pun terhadap MBS.

Saat daftar sanksi dari Departemen Keuangan AS menyebutkan adanya keterlibatan mantan wakil kepala intelijen dan pasukan intervensi cepat Pengawal Kerajaan Saudi, nama putra mahkota tetap tidak disebutkan.

Dilansir dari CNN, dua pejabat pemerintah mengatakan memberi sanksi pada MBS bukanlah sebuah pilihan. Pejabat itu mengatakan keputusan semacam ini dapat membahayakan kepentingan militer AS di Arab Saudi. Pejabat itu juga mengatakan pemerintah Joe Biden bahkan tidak meminta Departemen Luar Negeri untuk menargetkan MBS dengan sanksi.

Sebagaimana diketahui, Jamal Khashoggi dibunuh dan dimutilasi oleh tim pembunuh yang dikirim langsung dari Arab Saudi. Tim pembunuh yang merupakan lingkaran dekat dengan MBS, membunuh Khashoggi di konsulat Kerajaan Saudi di Istanbul pada Oktober 2018.

Pemerintah Arab Saudi membantah keterlibatan MBS. Jumat kemarin, mereka mengeluarkan pernyataan yang menolak temuan laporan AS dan mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa pembunuhan Khashoggi adalah kejahatan keji oleh kelompok yang bertindak di luar perintah.

(Muhammad Rio Alfin\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar