Pesan Terakhir Pramugari Cantik Filipina,Tewas Usai Pesta 11 Pria

Minggu, 10/01/2021 11:10 WIB
 Pramugari Cantik Filipina Tewas Usai Pesta Bareng 11 Pria, tempo.co

Pramugari Cantik Filipina Tewas Usai Pesta Bareng 11 Pria, tempo.co

law-justice.co - Pramugari Cantik asal Filipina, Christine Angelica Dacera, yang ditemukan tewas di bak mandi hotel usai pesta bersama 11 pria, meninggalkan duka mendalam. Dacera , pramugari cantik berusia 23 tahun itu, diduga menjadi korban pemerkosaan sebelum akhirnya dihabisi oleh para pelaku yang sebagian besar masih buron.

Usai kabar kematiannya yang tragis viral di media sosial, akun Instagram Dacera diserbu netizen yang ingin mengucapkan belasungkawa. Unggahan terakhirnya di Instagram membuat netizen menduga itu adalah pertanda dia akan pergi selamanya.  Pesan Terakhir di Instagram Bikin Merinding
Akun tersebut ramai dengan doa dan pesan-pesan menyentuh yang dibuat oleh para follower dan teman-teman Christine.

Unggahan terakhir Christine Dacera yang mengenakan seragam pramugari dibalut baju APD warna biru diduga sebagai pertanda akan kepergian untuk selamanya. Dalam unggahan itu, Christine Dacerajuga menuliskan pesan yang bikin merinding, seolah dia sudah tahu akan meninggal dunia. " Last flight for this one helluva year (Penerbangan terakhir untuk tahun yang penuh kemalangan)," tulis Christine Dacera.

 

 Unggahan Terakhir Dianggap Pertanda


Unggahan itu menyedot perhatian teman-teman dan follower Christine Dacera. Mereka merasa miris dengan kematian Christine Dacera yang tragis.

" Your word last flight is a sign. May you rest in peace ma’am." (Kata penerbangan terakhirmu adalah sebuah pertanda. Semoga kamu beristirahat dalam damai). 

" This caption of her is an example of a premonition Rest in peace." (Caption unggahannya seolah sebuah pertanda Beristirahatlah dalam damai).

" Awts, pahiwatig ang `Last Flight`." (Aduh, petunjuk " penerbangan terakhir" ).

Sumber: Instagram

 

Pramugari Cantik Tewas di Bak Mandi Hotel, 11 Pria Bersamanya Jadi Buron
Seorang pramugari Filipina, Christine Angelica Dacera, ditemukan tewas di bak mandi hotel dalam kondisi sangat mengenaskan. Wanita cantik itu diduga menjadi korban oleh lebih dari satu orang di sebuah pesta.

Christine Dacera dilaporkan check-in ke City Garden Hotel di Makati, Manila, untuk merayakan Tahun Baru bersama beberapa teman dan koleganya.

Sekitar pukul sepuluh keesokan paginya, salah satu rekannya di pesta itu, Rommel Galida, bangun. Rommel menemukan gadis 23 tahun itu di kamar mandi dan mengira sedang tidur di bak mandi.

Tanpa memeriksa lebih lanjut, Rommel mengambil selimut dan menutupi tubuh Christine sebelum kembali tidur di kamarnya.


Sudah Meninggal Saat Dibawa ke Rumah Sakit
Namun, ketika bangun beberapa jam kemudian, Rommel menemukan Christine Dacera masih tidur. Tapi kini kondisinya mengkhawatirkan.

Tubuh Christine mulai membiru. Beberapa teman Christine berusaha menyadarkannya dengan melakukan CPR.

Sayangnya, Christine gagal merespons. Christine kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Makati di mana dokter menyatakan dia meninggal.

Ditemukan Bekas Sperma di Alat Vital
Laporan hasil otopsi belum bisa dikonfirmasi. Namun tubuh Christine mengalami memar dan luka, termasuk di bagian paha dan lututnya.

Investigasi awal menduga Christine mungkin telah diperkosa atau diperkosa secara beramai-ramai.

" Terdapat laserasi dan sperma di alat vitalnya," kata Kepala Polisi Kota Makati, Harold Depositar.

Pihak berwenang menyatakan ada sekitar 10 orang yang menghadiri pesta Tahun Baru di salah satu kamar yang disewa Christine dan teman-temannya.


11 Pria Diduga Sebagai Pelaku Pemerkosaannya
Saat ini polisi masih terus melakukan penyelidikan mengenai sebab kematian Christine Dacera. Termasuk kemungkinan mengonsumsi obat-obatan terlarang atau alkohol.

Untuk penyebab kematian lainnya, polisi menduga Christine Dacera mengalami aneurisma atau pecahnya pembuluh darah yang mengalami pelebaran.

Polisi dilaporkan mengajukan dakwaan pembunuhan dan pemerkosaan sementara terhadap 11 pria yang bersama Christine. Mereka diketahui menempati dua kamar hotel yang berdekatan pada saat kematiannya.

Sayangnya, hanya tiga dari 11 terduga pelaku yang muncul saat mendapat panggilan ke kantor polisi, sementara yang lainnya masih buron.

Laporan otopsi awal penyebab kematian adalah pecahnya aneurisma aorta, yang bisa disebabkan oleh aktivitas yang sangat berat dan mungkin tingkat toksisitas alkohol yang tinggi.

Namun keluarga Dacera, serta Komisi Hak Asasi Manusia, akan melakukan pemeriksaan otopsi independen.

 

 

(Patia\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar