Suharso Monoarfa Bocorkan Struktur Kepengurusan PPP Periode 2020-2025

Rabu, 06/01/2021 15:02 WIB
Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa

Jakarta, law-justice.co - Ketua Umum PPP terpilih Suharso Monoarfa membocorkan struktur kepengurusan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) periode 2020-2025. Struktur baru ini terdiri atas tiga kelompok manajemen organisasi.

"Dalam waktu dekat, sebagai ketua umum terpilih dibantu oleh formattur saya akan mengumumkan sususan kepengurusan PPP periode 2020-2025. Yang dapat saya sampaikan dalam kesempatan ini, bahwa ada tiga kelompok pekerjaan atau tiga kelompok manajemen pengelolaan partai yang akan ada di dalam DPP," kata Suharso dalam acara Tasyakuran Harlah ke-48 PPP yang disiarkan di kanal Youtube resmi PPP, Petiga TV, Selasa (5/1/2021) malam.

Suharso menguraikan, yang pertama adalah kelompok organisasi atau manajemen yang akan mengelola keseharian partai, yang menggerakkan partai sehingga seluruh mesin-mesin partai bisa bergerak hingga ke tingkatan paling bawah.

Kedua, sambung dia, kelompok yang bisa memberikan pandangan-pandangan kepada publik, pandangan yang dapat dinilai atau dianggap oleh publik menjadi panutan atau trend setter, menciptakan suasana yang baik sehingga bisa mengenalkan, memperluas dan menyosialisasikan partai lewat beragam isu di dalam keseharian kehidupan berbangsa bernegara. "Mereka sangat berperan menunjukkan kehadiran PPP di setiap elemen kehidupan berbangsa dan bernegara," terangnya.

Ketiga, kata Suharso, kelompok kerja yang bisa mempertahankan eksistensi PPP ke depan. Kelompok ini sangat penting sekali karena akan menentukan masa depan PPP dalam jangka pendek yakni pemilu 2024, sehingga kelompok ini akan disebut sebagai pekerja elektoral. Para pekerja elektoral ini akan bekerja semaksimal mungkin dan akan dibantu dengan sebuah tim yang menyusun program-program secara terencana, taktis, yang dapat diimplementasikan di lapangan.

"Petugas partai yang punya tugas untuk kerja elektoral ini diharapkan dapat memastikan patografi suara partai yang dulu pernah dikuasai PPP dapat dikuasai kembali," tegas Suharso.

Soal jumlah pengurus DPP PPP ini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) ini menjelaskan bahwa dalam AD/ART PPP disebutkan jumlah maksimal pengurus DPP adalah 45. Angka itu masih relatif banyak, karena dia ingin jumlah kepengurusan ada di bawah 40 agar lebih kompak. Dia bersama formatur juga telah menerima daftar riwayat hidup dari masing-masing kader untuk pertimbangkan masuk dalam jajaran kepengurusan yang akan didominasi oleh kelompok muda dengan usia sekitar 40-an.

"Kepengurusan ini mudah-mudahan diwarnai dengan generasi muda yang lebih banyak. Saya berharap yang di usia 40-an itu akan mendominasi jajaran di DPP yang akan datang. Dan jumlah mudah-mudahan tidak melebihi dari 45 sebagaimana digariskan AD/ART. Mudah-mudahan kita bisa membuatnya lebih kompak dengan jumlah yang relatif mungkin di bawah 40," papar Suharso.

Suharso menambahkan, dirinya akan mengumumkan bersamaan dengan peringatan Harlah ke-48 PPP yang akan dilaksanakan sekitar akhir Januari dengan menunjukkan sebuah pertunjukkan digital dari PPP dan akan memperkenalkan masing-masing dari pimpinan harian itu.

"Sebenarnya besok atau malam ini saya sudah bisa mengumumkan, tetapi kita ingin mencari waktu yang pas sehingga bisa punya efek yang baik dan bisa dikenang masing-masing dari mereka," ungkapnya.

"Peringatan harlah itu akan diikuti oleh TV swasta nasional yang kita kontrak selama satu jam, sehingga bisa diikuti oleh seluruh kader secara nasional. Dan nanti pada saatnya akan diumumkan oleh DPP," pungkas Suharso.

 

(Devi Puspitasari\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar