DPR Desak OPM Hentikan Aksi Kekerasan di Intan Jaya Papua

Sabtu, 10/10/2020 05:42 WIB
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)–Organisasi Papua Merdeka (OPM). (Foto. Wartaplus.com)

Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB)–Organisasi Papua Merdeka (OPM). (Foto. Wartaplus.com)

Jakarta, law-justice.co - Anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari OPM kembali beraksi dengan menembak anggota Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) penembakan di Intan Jaya, Papua. Terkait hal itu Anggota Komisi I DPR RI Bidang Pertahanan, Yan Permenas Mandenas meminta kelompok OPM yang bermarkas di Kabupaten Intan Jaya, Papua, menghentikan kekerasan, yang berujung jatuhnya korban jiwa.

Dia berharap kelompok TPN OPM yang mengklaim perbuatan mereka atas nama perjuangan, lebih mengedepankan ruang-ruang dialog ketimbang aksi kekerasan yang telah mengakibatkan masyarakat menjadi korban.

“Saya tidak ingin menyudutkan siapa pun. Tetapi jangan jadikan masyarakat sebagai korban. Hentikan kekerasan. Ada ruang dialog yang bisa digunakan, ketimbang aksi tembak-menembak (antara kelompok masyarakat bersenjata (Red,) dengan aparat TNI dan Polri,” kata dia dalam siaran persnya Jumat (9/10/2020).

Anggota Fraksi Gerindra ini mengklaim terus memantau dan berdiskusi dengan rekan-rekannya di Komisi I DPR RI mengenai apa yang terjadi di Papua khususnya di Kabupaten Intan Jaya.

“Tadi, kami juga kaget mendengar dua orang rombongan dari tim pencari fakta bentukan Menkopolhukan terkena tembakan. Ini seharusnya tidak terjadi. Apalagi salah seorang tim merupakan dosen UGM. Kami berharap keduanya lekas sembuh dan permasalahan di Intan Jaya segera terselesaikan,” ungkap Yan Mandenas.

Yan Mandenas juga menyoroti kinerja aparat penegak hukum yang ada di Papua, terlebih khusus di satuan intelejen. Hal itu dikatakannya lantaran adanya gangguan terhadap tim pencari fakta dan tewasnya seorang hamba Tuhan Alm. Pdt. Yeremia Zanambani.

“Kalau Intelijen kita bagus seharusnya tim pencari fakta tidak ada yang tertembak. Artinya kalau di lokasi kejadian masih rawan, aparat bisa mengingatkan kepada tim untuk berhati-hati atau menunda melakukan tugas mereka, sampai kondisi di sana stabil,” katanya.

Yan Mandenas berharap aparat penegak hukum dengan kelompok sipil bersenjata untuk melakukan gencatan sejata agar tak ada lagi korban atas konflik yang terjadi di Papua khususnya di Intan Jaya.

"Intan Jaya harus kembali kondusif. Tidak boleh ada aksi balas dendam. Lihat sudah ada masyarakat menjadi korban, bahkan hamba Tuhan serta prajurit TNI. Ke depan siapa lagi yang dijadikan korban,” katanya.

Untuk diketahui, dua orang Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Intan Jaya dilaporkan diadang kelompok sipil bersenjata dalam perjalanan pulang dari Distrik Hitadipa menuju Distrik Sugapa Kabupaten Intan Jaya, Jumat (09/10/2020). Selain mengadang, kelompok sipil bersenjata juga melakukan penembakan terhadap tim TGPF, akibatnya dua orang terluka yakni prajurit Satgas Apter Hitadipa, Sertu Akbar mengalami luka tembak di pinggang dan kedua anggota Tim TGPF yakni Dosen UGM Bambang Purwako, mengalami luka tembak di pergelangan kaki kiri dan tangan kiri.

“Dikabarkan keduanya kini dalam kondisi sadar dan sudah mendapat perawatan medis di RSUD Sugapa, dengan pengawalan ketat dari anggota,” ungkap Kapen Kogabeilhan III, Kolonel Cgi IGN Suriastawa.

(Nikolaus Tolen\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar