Israel Diduga Incar Negosiator Iran? Trump Bocorkan Diam-Diam

Sabtu, 04/07/2026 16:25 WIB
 (Reuters via CNN Indonesia)

(Reuters via CNN Indonesia)

[INTRO]

Pejabat Tinggi pemerintah AS telah memeberikan sinyal peringatkan kepada Iran, Khawatir Israel Gagalkan Diplomasi dengan Targetkan Negosiator .  Sejumlah pejabat Amerika Serikat (AS) dilaporkan telah menyampaikan peringatan tidak langsung kepada Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf.

Peringatan tersebut muncul di tengah kekhawatiran bahwa Israel diduga tengah merencanakan operasi yang menargetkan kedua tokoh tersebut. Menurut laporan yang beredar, langkah itu dikhawatirkan bertujuan menggagalkan upaya diplomasi damai yang sedang berlangsung antara berbagai pihak.

Laporan tersebut menyebut para pejabat AS memandang keselamatan kedua pejabat Iran itu penting agar jalur negosiasi tetap terbuka dan ketegangan di kawasan tidak semakin meningkat. Hingga kini, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Israel mengenai tuduhan tersebut.

Di tengah situasi yang masih memanas, berbagai pihak terus mendorong agar penyelesaian konflik ditempuh melalui jalur diplomasi guna mencegah eskalasi yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

 
Ancaman pembunuhan ini mencuat dalam beberapa pekan setelah kesepakatan gencatan senjata 8 April. Gencatan senjata meski rapuh, sejauh ini menghentikan perang antara AS-Israel melawan Iran.
 
Diberitakan Pasukan keamanan Iran dilaporkan mendeteksi ada dua jet tempur Israel yang nekat menerobos wilayah udara mereka melalui rute Irak. Keduanya diindikasikan hendak menyergap pesawat sang ketua parlemen.

Akibat situasi darurat tersebut, Ghalibaf dan seluruh delegasi Iran terpaksa dievakuasi. Ia harus menempuh jalur darat selama delapan jam demi bisa kembali ke ibu kota Teheran.


"Washington khawatir jika Israel benar-benar menghabisi Araghchi dan Ghalibaf, seluruh proses meja perundingan yang sedang berjalan akan hancur berantakan dan memicu pertempuran bersenjata baru yang jauh lebih masif," ujar seorang sumber.

 

(Patia\Editor)

Share:




Berita Terkait

Komentar