Epidemiolog: Masker itu Vaksin Terbaik di Dunia

Rabu, 30/09/2020 19:54 WIB
ilustrasi pakai masker (Indozone)

ilustrasi pakai masker (Indozone)

Jakarta, law-justice.co - Epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono mematahkan pernyataan Presiden Joko Widodo yang mengumumkan jika vaksin akan siap disuntikkan dalam waktu dekat dengan jumlah kurang lebih 17-180 juta. Menurut Pandu, vaksin yang nyata dan bisa diharapkan saat ini adalah dengan menggunakan masker.

"Vaksin itu bukan solusi jangka pendek untuk atasi pandemi. Kalau 180 juta vaksin itu 180 juta masker, saya sebagai juru wabah percaya dan mendukung Pak Jokowi. Masker itu vaksin kita," ujar Epidemiolog UI Pandu Riono, dikutip dari Bisnis.com, Rabu (30/9/2020).

Pandu menambahkan beberapa tokoh yang sudah tiada pun dimunculkan di muka publik dengan tambahan gambar masker untuk mendorong orang agar mau berperilaku pakai masker.

"Masker itu vaskin terbaik di dunia yang dapat diakses oleh setiap orang di dunia. Bila 85 persen lebih penduduk pakai masker yang benar, maka pandemi dapat terkendali dengan sukses," katanya.

Senada, Tim Pakar Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan bahwa dengan patuh 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) potensi penularan bisa diturunkan secara signifikan.

"Kalau pakai masker kain katun 3 lapis itu bisa menurunkan potensi penularan sampai 45 persen. Kalau saya pakai masker bedah, ini langsung potensi penularan turun ke 70 persen, ini jauh lebih efektif. Jadi sebetulnya kita bisa memilah dan memilih ketika kita (adalah) orang yang sering beraktivitas di luar rumah," jelas Dewi.

Melihat masih banyak yang tertular meskipun pakai masker dengan benar, maka harus dibarengi dengan perilaku menjaga jarak yang disebut bisa menurunkan potensi penularan sampai 90 persen.

Masih ada sisa potensi 10 persen dari penularan tidak langsung seperti memegang benda yang terpapar droplet kemudian memegang wajah.

Hal itu bisa dihindari dengan cara rajin mencuci tangan.

"Kalau kita cuci tangan pakai sabun, tidak pegang muka, putus di situ virusnya. Kan kita enggak tahu apakah ada droplet jatuh di barang yang kita sentuh. Jadi 3M sangat bisa menyelesaikan masalah pandemi ini, tapi harus dikerjakan bersama-sama," kata Dewi.

(Hendrik S\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar