Gawat! Akibat Uji Coba Vaksin Ini,Relawan Bisa Alami Sakit Otak Serius

Kamis, 10/09/2020 13:30 WIB
Uji coba vaksin buatan AstraZeneca dihentikan (VOA Indonesia)

Uji coba vaksin buatan AstraZeneca dihentikan (VOA Indonesia)

Jakarta, law-justice.co - Menjadi yang terdepan bukan berarti selalu menang. Itulah yang dialami oleh Perusahaan AstraZeneca saat ini, karena harus menghentikan  uji coba fase ketiga terhadap vaksin Covid-19  karena memiliki efek samping yang serius.

Padahal calon vaksin yang mereka kembangkan dengan Universitas Oxford itu bisa disebut yang paling diharapkan lebih cepat dipakai. Melansir cnbcindonesia.com, dalam laporan STAT News, terungkap bahwa ada efek samping yang didapat relawan. Yakni gejala neurologis yang konsisten dengan gangguan inflamasi tulang belakang yang langka namun serius.

"Disebut juga transversal myelitis (mielitis transversa)," kata Kepala Eksekutif AstraZeneca Pascal Soriot, dalam sebuah konferensi dengan investor Rabu (9/9/2020).

Namun ia mengatakan diagnosa tersebut belum terkonfirmasi. Saat ini sang relawan yang diidentifikasikan sebagai seorang wanita dari Inggris dirawat di sebuah rumah sakit.

Ia memastikan kondisi relawan sudah membalik. "Akan keluar dari rumah sakit paling cepat Rabu (waktu setempat)," tegasnya.

Sebenarnya, uji klinis juga sempat dihentikan Juli. Seorang peserta juga mengalami neurologis.

Tapi setelah pemeriksaan lebih lanjut, peserta itu memang telah didiagnosis dengan multiple sclerosis, yang dianggap tidak terkait dengan pengobatan vaksin. Namun sayangnya juru bicara perusahaan, kata STAT menolak memberi komentar.

Neurologi adalah kelainan sistem saraf. Transversal myelitis adalah peradangan pada satu bagian saraf tulang belakang dengan sejumlah kondisi menyertai seperti rasa nyeri, kebas atau mati rasa, tungkai atau lengan terasa lemah, serta gangguan buang air kecil dan buang air besar.

Sebelumnya, pengumuman penghentian sementara uji terakhir vaksin dilakukan sehari sebelumnya oleh perusahaan. Penangguhan klinis seperti ini memang biasanya terjadi namun tidak jelas hingga kapan hal itu dilakukan AstraZeneca.

"Penghentian ini merupakan hal rutin yang harus dilakukan setiap kali ada penyakit potensial, yang tidak dapat dijelaskan (muncul) di salah satu uji coba," tulis STAT mengutip juru bicara AstraZeneca.

"Sementara ini sedang diselidiki, kami menjaga integritas pengujian," kata perusahaan lagi seraya menegaskan tengah bekerja cepat meminimalkan dampak uji coba.

Di AS uji coba akhir AstraZaneca ini berlangsung sejak akhir Agustus, di 62 lokasi. Sebelumnya 2/3 tes sudah dilakukan di Inggris, Brasil dan Afrika Selatan.

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar