Ini Penjelasan Global Mediacom Soal Gugatan Pailit Perusahaan Korea

Rabu, 05/08/2020 20:11 WIB
ilustrasi sidang pengadilan (ilustrasi: Bisnis)

ilustrasi sidang pengadilan (ilustrasi: Bisnis)

Jakarta, law-justice.co - PT Global Mediacom TBK (MCOM), salah satu perusahaan milik Hary Tanoe, angkat bicara terkait digugat pailit oleh perusahaan Korea, KT Corporation. Direktur, Chief Legal Counsel PT Global Mediacom Tbk, Christophorus Taufik menyatakan gugatan yang diajukan kepada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan nomor perkara 33/Pdt.Sus-Pailit/2020/PN Niaga Jkt.Pst tertanggal 28 Juli 2020 tidak berdasar.

"Permohonan tersebut tidak berdasar atau valid karena perjanjian yang dijadikan dasar dari Permohonan telah dibatalkan berdasarkan putusan pengadilan negeri Jakarta Selatan No. 97/Pdt.G/2017/PN.Jak.Sel tanggal 4 Mei 2017 yang telah berkekuatan hukum tetap," ujarnya melalui pernyataan resmi yang disampaikan kepada law-justice.co, Rabu (5/8/2020).

Christophorus menuturkan permohonan gugatan yang dilakukan KT Corporation tersebut patut dipertanyakan.

"Yang mengajukan permohonan adalah KT Corporation yang patut dipertanyakan validitasnya, mengingat pada tahun 2003 yang berhubungan dengan Perseroan adalah KT Freetel Co. ltd, dan kemudian pada tahun 2006 hubungan tersebut beralih kepada PT KTF Indonesia," katanya.

Christophorus menjelaskan, jika kasus yang digugat perusahaan korea tersebut merupakan kasus lama atau lebih dari 10 tahun yang telah ditolak Mahkamah Agung.

"Kasus ini adalah kasus lama, sudah lebih dari 10 tahun, bahkan KT Corporation sudah pernah juga mengajukan permohonan peninjauan kembali ke Mahkamah Agung dan ditolak berdasarkan putusan Mahkamah Agung No. 104PK/Pdt.G/2019 tanggal 27 Maret 2019," ungkapnya.

Christophorus menilai sewajarnya pengadilan niaga menolak permohononan KT Corporation karena tidak didukung fakta hukum yangh valid.

"Seharusnya Pengadilan Niaga menolak Permohonan KT Corporation dikarenakan tidak didukung fakta-fakta hukum yang valid, sehingga terkesan Permohonan diajukan sebagai bagian dari upaya mencari sensasi di tengah kondisi ekonomi dunia yang sedang menghadapi Pandemi Covid-19," jelasnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga akan mengambil langkah hukum terkait adanya gugatan pailit tersebut. Lantaran, tindakan tersebut dinilai sudah masuk sebagai tindakan pencemaran nama baik.

"Tindakan yang dilakukan oleh KT Corporation sudah masuk sebagai tindakan pencemaran nama baik, dan Perseroan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak-haknya, termasuk menempuh pelaporan secara pidana kepada pihak Kepolisian. Tindakan yang dilakukan oleh KT Corporation sudah masuk sebagai tindakan pencemaran nama baik, dan Perseroan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi hak-haknya, termasuk menempuh pelaporan secara pidana kepada pihak Kepolisian," jelasnya.

(Hendrik S\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar