PBB Perkirakan Penyakit Menular Bakal Meningkat di Tahun Mendatang

Selasa, 07/07/2020 22:35 WIB
Dirjen Badan Kesehatan Dunia (WHO), Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: ABC)

Dirjen Badan Kesehatan Dunia (WHO), Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: ABC)

Jakarta, law-justice.co - Lembaga kesehatan PBB, WHO memperkirakan penyakit menular lainnya seperti Covid-19 bakal terus meningkat di tahun-tahun mendatang.

Dikutip dari laman NPR, terdapat sebuah laporan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) yang memperingatkan bahwa kondisi alam di tahun mendatang akan banyak menciptakan penyakit baru.

Khususnya penyakit menular dari hewan ke manusia seperti virus corona (Covid-19) yang kini masih menjadi bentuk kekhawatiran bagi masyarakat secara global.

Patogen juga diprediksi akan muncul pada tahun mendatang dikenal pula sebagai penyakit zoonosis.

Beberapa penyakit tersebut di antaranya Ebola, MERS, HIV/AIDS dan virus West Nile.

Pernyataan itu dimuat dalam laporan Program Lingkungan PBB dalam `Preventing the Next Pandemic: Penyakit zoonosis dan cara memutus rantai penularan` yang dirilis pada Senin, 6 Juli 2020. Laporan menyebutkan bahwa sejumlah penyakit zoonosis dikabarkan akan meningkat karena tekanan yang diberikan kepada manusia pada habitat hewan.

Menurut Direktur Eksekutif UNEP, Inger Andersen menyatakan bahwa manusia kebanyakan telah melakukan pertanian dengan mengorbankan habitat hewan.

"Kami telah mengintensifkan pertanian, memperluas infrastruktur dan mengekstraksi sumber daya dengan mengorbankan ruang liar kami," ujarnya seperti dikutip dari Pikiran Rakyat.

Ia juga bilang bahwa ilmu pengetahuan dapat juga menghancurkan keseimbangan bumi, hal itulah yang kemudian akan memicu penyakit baru di tahun mendatang.

"Ilmu pengetahuannya jelas bahwa jika kita terus mengeksploitasi satwa liar dan menghancurkan ekosistem kita, maka kita dapat berharap untuk melihat aliran yang stabil dari penyakit ini melompat dari hewan ke manusia di tahun-tahun mendatang," tambahnya

Andersen menjelaskan berinvestasi dalam penelitian penyakit zoonosis akan mengurangi kemungkinan buruk.

Terdapat laporan yang baru saja direkomendasikan bahwa pemerintah mengadopsi pendekatan kesehatan yang terkoordinasi untuk mengumpulkan ahli kesehatan masyarakat.

Juga dokter hewan dan lingkungan untuk memerangi wabah penyakit zoonosis tersebut.

Kepala penilaian ilmiah di UNEP, Maarten Kappelle juga membuka suara bahwa setiap orang sebaiknya mengingat kembali wabah pada tahun-tahun sebelumnya sebagai evaluasi.

"Orang-orang melihat kembali ke pandemi influenza 1918-1919 dan berpikir bahwa wabah penyakit seperti itu hanya terjadi sekali dalam satu abad," ujarnya.

Ia bilang keseimbangan antara manusia dengan bumi harus terus dijaga agar wabah serupa tidak lagi terjadi di tahun mendatang.

"Tapi itu tidak lagi benar. Jika kita tidak mengembalikan keseimbangan antara dunia alami dan dunia manusia, wabah ini akan semakin lazim," tambahnya.

(Tim Liputan News\Yudi Rachman)

Share:



Berita Terkait

Komentar