Tak Bernilai Lagi, Pengamat Ini Sebut Prabowo Tak Laku di Pilpres 2024

Sabtu, 06/06/2020 12:46 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (Kompas)

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (Kompas)

Jakarta, law-justice.co - Kembali menjadi Ketua Umum Partai Gerindra tak serta merta membuat Prabowo Subianto bisa melenggang ke pemilihan presiden (Pilpres) 2024. Bahkan menurut Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago, Prabowo tak laku lagi jika tetap ngotot maju. Prabowo kata dia sudah tidak punya nilai jual lagi dan dianggap sebagai kaset usang atau sudah lama.

"Dari dulu saya sudah mengatakan (Prabowo) sudah nggak menjual lagi, tokoh usang yang sudah tiga kali kalah dalam pilpres, sudah nggak relevan dijual ke publik, sulit laku karena dianggap tokoh dan kaset usang," katanya seeprti dikutip dari sindonews, Sabtu (6/6/2020).

Menurutnya, publik lebih senang dengan kepala daerah yang berada di Pulau Jawa karena dinilai punya kapasitas untuk maju pada Pilpres 2024 nanti. Hal itu berdasarkan pengalaman yang terjadi selama ini.

Dia lantas menyebut nama Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kemampuan ketiga kepala daerah ini kata dia sangat tampak dalam mengatasi pandemi covid-19.

"Di balik wabah Covid ada yang mendapatkan keuntungan misalnya kenaikan elektabilitas gubernur itu tadi," terang Pangi.

Meski namanya tak begitu didengar saat penanganan covid-19, Prabowo kata dia masih punya kelebihan lain sehingga masih punya peluang untuk maju, yakni ketokohannya. Namun, kata dia, hanya mengandalkan itu tidak mudah, sehingga elektabilitas perlu diperjuangkan lagi.

Ada pun faktor yang menyebabkan tergerusnya suara Prabowo dari Pilpres sebelumnya, karena masih banyak yang tak setuju dengan langkahnya masuk dalam kabinet Jokowi.

"Lain cerita kalau kemarin beliau puasa, tetap setiap bersama rakyat menjadi simbol tokoh oposisi, simbol perlawanan, mungkin masih relevan dan moncer bertarung ulang kembali dalam Pilpres 2024," tutup Pangi.

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar