Urusi Harga Gula Yang Tinggi, Polri Intervensi Pasar

Jum'at, 22/05/2020 15:48 WIB
Gula Pasir. (republika)

Gula Pasir. (republika)

law-justice.co - Untuk menekan harga gula pasir yang sedang melambung tinggi, Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo memastikan pasokan 12 ton per hari akan dikirim ke sejumlah pasar tradisional di Indonesia.

Sigit juga mengatakan, pasokan tersebut akan terus dilakukan hingga hari raya Idul Fitri 1441 H yang jatuh pada tanggal 23 Mei 2020.

"Satgas Pangan melaksanakan mengecek data pemetaan distribusi oleh perusahaan dengan cara intervensi di beberapa pasar. Jumlah barang yang diturunkan dalam sekali operasi mencapai 12 ton per hari hingga Lebaran," kata Sigit melalui siaran pers di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2020.

Sigit mengungkapkan, terjadi perbedaan harga gula pada seminggu terakhir. Perbedaan tersebut terjadi di tujuh wilayah yakni Banten, Kalimantan Utara, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, dan NTT. Polisi mencatat harga terendah sebesar Rp 11.200,- di Kepri dan harga tertinggi Rp 21.125,- per kilogram di Papua Barat. Sementara itu, harga eceran tertinggi (HET) gula adalah Rp 12.500,- per kilogram

"Harga (gula) di pasar ritel modern sudah sesuai dengan HET, sedangkan temuan harga di pasar tradisional mengalami perbedaan harga," ujar Jenderal bintang tiga tersebut.

Sigit menjelaskan kenaikan harga gula karena terkendala oleh pandemi Covid-19 sehingga impor gula jadi tersendat. 

Selain itu, konversi gula kristal rafinasi (GKR) ke gula kristal putih (GKP) sebanyak 250.000 ton belum terealisasi sepenuhnya akibat terkendala distribusi. "Gangguan distribusi impor yang diakibatkan lockdown di negara asal impor, harga jual yang sudah tinggi di tingkat distributor," kata Sigit.

(Bona Ricki Jeferson Siahaan\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar