Beda dengan Ruang Guru, 2 Unicorn Ini Tolak Proyek Kartu Prakerja

Kamis, 23/04/2020 20:29 WIB
ilustrasi startup unicorn (foto: tribunnews)

ilustrasi startup unicorn (foto: tribunnews)

Jakarta, law-justice.co - Pemerintah menyatakan hingga saat ini sudah terkumpul sebanyak delapan mitra platform digital pada program Kartu Prakerja yang digagas Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun pada tahap awal program ini dibentuk, ternyata ada dua startup unicorn yang menolak masuk.

Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari bercerita bahwa pada awal perumusan Kartu Prakerja ada dua unicorn yang menolak bergabung karena beberapa hal.

Menurutnya, startup (perusahaan rintisan) yang bersangkutan masih ingin melihat model bisnis dari program pemerintah tersebut. Ditambah lagi, program yang ditawarkan pemerintah bukanlah core business (bisnis inti) dari perusahaan startup yang bersangkutan

"Perlu diketahui ada dua unicorn Indonesia yang menolak menjadi digital platform tahap awal karena mereka ingin asses kira-kira bisnis dan modelnya bagaimana, apakah kita bisa lakukan atau tidak karena ini bukan core business-nya," ujar dia dalam video conference, Rabu (22/4/2020).

Namun sayangnya, Denni tidak merinci dan enggan menyebut nama dua unicorn tersebut.

Lebih lanjut, Denni juga menyebutkan saat ini telah ada empat platform digital yang ingin menjalin kemitraan dengan kartu Prakerja. Ia percaya dengan makin banyaknya mitra maka pelatihan akan semakin inovatif dan kompetitif.

Namun sebelum menambah jumlah kemitraan platform digital, pemerintah ingin memastikan terlebih dahulu mengenai proses evaluasi program yang baru terlaksana dalam beberapa pekan belakangan.

"Tapi kami tentu evaluasi juga yang delapan mitra ini. Jadi tidak terburu-buru untuk ekspansi," pungkas Denni.

Perlu diketahui, saat ini ada delapan platform digital yang bekerja sama dengan pemerintah, di antaranya adalah Bukalapak, Tokopedia, Mau Belajar Apa, Ruang Guru, Pijar Mahir, Pintaria, Sekolahmu, dan prakerja.kemnaker.go.id.

Sebagai informasi, saat ini ada setidaknya lima perusahaan startup berstatus unicorn di Indonesia. Unicorn adalah startup yang memiliki nilai valuasi lebih dari US$ 1 miliar atau setara Rp 15,5 triliun (asumsi kurs Rp 15.500/US$. Kelimanya yakni Gojek, Tokopedia, Traveloka, Bukalapak, dan OVO. (cnbcindonesia)

 

(Gisella Putri\Editor)

Share:



Berita Terkait

Komentar