Pesan Mahasiswa Indonesia Dari Wuhan: `Kami Ingin Pulang Kakak!`

Senin, 27/01/2020 07:48 WIB
Fadli seorang Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di kota Wuhan  (Jakartasatu)

Fadli seorang Mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di kota Wuhan (Jakartasatu)

law-justice.co - Judul di atas merupakan kutipan pesan dari Fadli seorang relawan “Darah Untuk Aceh” yang tengah menempuh pendidikan di kota Wuhan di negera yang dikenal sebagai Negeri Tirai Bambu tersebut.

“Kami ingin pulang kakak,” begitu tulis Fadli melalui platform Whatsapp.

Sontak pesan ini pun segera viral melalui berbagai platform sosial media yang ada.

“Pesan dari Wuhan. Mohon bantuan dari semua,” begitu rata-rata pengantar viral yang disebarkan oleh warganet.

Lalu pesan pengantar itupun dilanjutkan dengan pesan utama sebagai berikut:

“Kami mahasiswa Indonesia di Wuhan. Ada 93 orang, dan 12 di antaranya dari Aceh. Semenjak kota Wuhan ditutup, akses dari tanggal 23 Januari 2020, kami dianjurkan oleh KBRI Beijing utk stay di dalam asrama saja. Kurangi aktivitas di luar.

Kalaupun kami keluar, utk beli stok makanan dan harus pakai masker.
Kami belanja stok makanan utk stok bbrp hari dan dimasak di asrama. Harga bahan baku sedikit lebih mahal dari biasanya karena toko2 byk yg tutup, krn kebetulan lg perayaan tahun baru Imlek juga. Stok air minum di asrama juga menipis, yg biasanya kami bs minum air galon besar, skrg hanya bs beli air kemasan ukuran sedang dgn harga yg sedikit lbh mahal.

Utk kegiatan belajar mengajar kebetulan sdg libur semester. Alhamdulillah keadaan Fadil dan kwn2 sehat, dan akan trs sehat. Tapi orang tua kami khawatir, ingin rasanya lgsg menjemput anaknya utk plg ke Indonesia.

Kami ingin langkah dr pemerintah Indonesia utk bisa segera EVAKUASI kami dari Wuhan. Krn mendengar kabar pemerintah negara lain sudah akan bergerak utk menjemput warga negara nya. Kami ingin pulang, kakak.”

Sungguh memprihatinkan, saat ini masalah ancaman wabah Virus Corona yang bermula dari Wuhan tersebut telah menjadi masalah kesehatan dunia. WHO telah memperingatkan semua negara untuk melakukan tindakan preventif yang diperlukan.

Apakah pemerintah Indonesia yang konon memiliki hubungan sangat baik dengan pemerintahan Tiongkok bisa melakukan pertolongan dan memulangkan warga negara Indonesia yang terjebak dalam karantina di Wuhan tersebut kembali ke negeri tercinta secepatnya?

 

(Gumilang Hidayat\Editor)
Share:



Berita Terkait

Komentar