Pelaku Panggil Malaikat dan Nabi Muhammad Minta Maaf Usai Dikecam

Rabu, 15/01/2020 19:50 WIB
Ningsih Tinampi (bincang Syariah)

Ningsih Tinampi (bincang Syariah)

Jakarta, law-justice.co - Ningsih Tinampi, seorang ibu yang viral karena mengaku bisa memanggil atau mengundang datang malaikat serta Nabi Muhammad SAW ketika mengobati seseorang. Dia pun mengaku bisa mengobati sesorang i luar ketentuan medis.

Aksinya tersebut terekam di dalam video berjudul Penunjukkan Ilmu Milik Ningsih di kanal YouTube Ningsih Tinampi, Jumat (10/1/2020). Setelah video tersebut viral, dia mengaku menerima hujatan dan kritikan dari ulama.

Melalui siaran langsung di saluran resmi YouTubenya pada Rabu (15/1/2020) pagi, Ningsih Tinampi mengucapkan permintaan maaf. Ningsih Tinampi mengatakan, aksinya tersebut tak memunyai tujuan tertentu.

"Saya mohon maaf untuk seluruhnya terutama umat Islam semuanya. Saya yang live dan waktu itu membuka atau memanggil [malaikat dan Nabi Muhammad]. Ingat ya di dalam mimpi ketemu rasul, rasul tidak bisa diduplikat bentuknya," klaimnya seperti dikutip dari Suara.com.

"Saya mohon maaf sebesar-besarnya. Pada waktu aku membuka itu, itu dengan tujuan satu mengingatkan kita semuanya. Lepaskan kita dari maksiat dan kita kembali lagi tobat kepada Allah," imbuhnya.

Pada kesempatan itu pula, dia mengaku ilmu yang didapatnya berasal dari Allah SWT. Maka dari itu, ia terheran-heran dengan tudingan dari berbagai pihak yang menyebutnya sesat.

"Bukan aku mengada-ada. Allah memang memberikan itu dengan tujuan agar saya mengingatkan seluruh umat Islam agar Islamnya kembali. Kalau saya sesat, sesatnya di mana. Karena saya bisa berkomunikasi dengan Rasul memang saya bisa melakukan itu. Tapi saya diutus untuk melakukan ini dan ini," kata dia.

saat ini, lebih dari 1,4 juta orang telah menonton video Penunjukkan Ilmu Milik Ningsih yang berdurasi 47 menit.

Dalam video tersebut, Ningsih Tinampi memanggil malaikat, Nabi Muhammad, dan juga membuka isi bumi. Aksinya itu juga melibatkan dua orang yang mengaku-aku memunyai indera keenam.

 

(Gisella Putri\Editor)
Share:


Berita Terkait

Komentar